Medan Baranewssumut.com
Sebagai wujud kasih persaudaraan dan solidaritas dalam keluarga besar Pomparan Punguan Siahaan (PPSD), Kombes. Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., selaku Ketua Umum PPSD Siahaan Kota Medan sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Dapil Sumatera Utara I, didampingi pengurus dan anggota PPSD Siahaan Kota Medan, melaksanakan kunjungan sosial sekaligus melayat ke rumah duka almarhum St. Maju Nababan (Bapak Bernadus Elisma), yang meninggal dunia secara mendadak dalam usia 59 tahun.
Kunjungan tersebut berlangsung di rumah duka yang beralamat di Jalan Blok Q Srigunting, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Jum’at (30/10/2026). Almarhum merupakan suami tercinta dari Ibu Br. Siahaan (Pomp. Ni Pangerlam), yang saat ini tengah terbaring sakit akibat stroke. Keluarga yang berduka merupakan bagian dari keluarga besar PPSD Siahaan Sektor 54 Srigunting.
Kepergian almarhum menjadi duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat. Almarhum dikabarkan meninggal dunia secara tiba-tiba saat sedang makan. Selama ini, almarhum dikenal sebagai sosok suami yang dengan penuh kasih dan kesetiaan merawat serta mendampingi istrinya yang sedang berjuang menghadapi sakit stroke. Pengabdian dan kasih sayang almarhum kepada sang istri menjadi kenangan tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kepedulian Maruli Siahaan terhadap keluarga ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, Maruli Siahaan juga telah berkesempatan menjenguk secara langsung Ibu Br. Siahaan yang sedang sakit. Oleh karena itu, kabar kepergian almarhum menjadi duka yang turut dirasakan, terlebih mengingat kondisi sang istri yang kini harus menghadapi kehilangan pendamping hidup di tengah perjuangannya menjalani pemulihan kesehatan.
Kehadiran Maruli Siahaan bersama rombongan keluarga besar PPSD Siahaan merupakan bentuk nyata perhatian, dukungan moral, serta ungkapan turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Di tengah situasi yang berat ini, kehadiran keluarga besar PPSD diharapkan dapat memberikan penguatan dan penghiburan, sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam ikatan persaudaraan, tidak seorang pun harus menghadapi kesedihan seorang diri.
Pada kesempatan tersebut, Maruli Siahaan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga. Ia berharap agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Secara khusus, ia juga berharap agar Ibu Br. Siahaan diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini serta kesembuhan dan pemulihan kesehatan.
Melalui kunjungan sosial ini, Maruli Siahaan menegaskan bahwa PPSD Siahaan bukan sekadar wadah perkumpulan, melainkan keluarga besar yang harus senantiasa hadir dalam setiap keadaan, baik dalam sukacita maupun dukacita. Semangat marsihaholongan (saling mengasihi), saling memperhatikan, dan saling menopang harus terus dipelihara sebagai landasan untuk mempererat tali persaudaraan.
Karena sejatinya, keluarga bukan hanya hadir saat sukacita, tetapi juga harus saling menguatkan ketika salah satu anggota keluarga sedang menghadapi pergumulan dan kehilangan.
(Harianto Siahaan)





























