Peti Mati Putih di Gerbang Polrestabes Medan: Keluarga Desak Ekshumasi Kematian Winda Lorenza Gowasa

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:55 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Suasana depan gerbang Kantor Polrestabes Medan di Jalan HM Said, Jumat (30/10/2026) siang, pecah dalam riuh orasi. Belasan orang berpakaian serba hitam merangsek mencoba masuk, meneriakkan satu tuntutan yang sama: keadilan atas kematian Winda Lorenza Gowasa.

Massa tersebut adalah keluarga almarhum Winda, perempuan yang sebelumnya diketahui merupakan mantan istri seorang anggota kepolisian dan ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala. Kematian yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar itulah yang membawa mereka datang.

Aksi ini menarik perhatian publik karena keluarga tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa serta sebuah peti mati berwarna putih. Di atas peti itu terpasang foto Winda semasa hidup, menjadi simbol duka sekaligus protes yang sulit diabaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan tim kuasa hukum keluarga, Leo Fernando Zai, menjelaskan makna di balik simbol tersebut. Menurutnya, peti mati bukan sekadar properti aksi, melainkan pesan langsung kepada institusi kepolisian. Keluarga secara tegas menuntut Polrestabes Medan untuk segera melakukan ekshumasi terhadap jenazah Winda.

“Kenapa kami membawa peti, maknanya adalah tuntutan keluarga kita agar dilakukan ekshumasi. Yang mana bertujuan untuk dilakukannya otopsi ulang jenazah almarhum. Itulah tujuannya,” ujar Leo di lokasi.

Ia menegaskan, keluarga menilai kematian Winda janggal dan penuh kejanggalan. Luka tembak di kepala yang merenggut nyawa almarhum hingga hari ini belum mendapat penjelasan yang terang dan meyakinkan bagi keluarga.

“Keluarga menganggap kematian anaknya masih penuh tanda tanya, teka-teki, dan misteri,” katanya.

Leo menambahkan, aksi membawa peti mati juga merupakan luapan kekecewaan atas matinya rasa keadilan yang dirasakan keluarga. Ini sekaligus menjadi peringatan keras, namun disampaikan secara sopan, kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak agar tidak memandang remeh suara warga kecil yang mencari keadilan.

“Bahkan nyawapun siap dikasih. Kalau orang Nias bilang Sebua mate dari pada aila. Yang artinya adalah mending di liang kubur dari pada malu,” ungkapnya.

Pertanyaan besar kemudian muncul: mengapa untuk mendapatkan kepastian berupa otopsi ulang, sebuah keluarga harus menggotong peti mati ke depan gerbang kantor polisi? Di sinilah institusi penegak hukum diuji komitmennya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ketika keluarga korban merasa harus melakukan aksi simbolik yang ekstrem untuk didengar, itu menandakan ada jarak komunikasi dan kepercayaan yang harus segera dijembatani oleh Polrestabes Medan.

Sikap diam tentu bukan jawaban. Tuntutan ekshumasi adalah hak keluarga yang dilindungi undang-undang untuk mencari kebenaran materiil, terutama pada kasus kematian tidak wajar yang melibatkan luka akibat senjata api.

Ironisnya, setelah berjam-jam berorasi di bawah terik, massa yang berharap bisa bertemu langsung dengan Kapolrestabes tak kunjung ditemui. Kekecewaan memuncak ketika orangtua almarhum Winda yang hadir dengan menggunakan kursi roda terlihat histeris hingga terjatuh dari kursinya. Pemandangan itu menjadi potret pilu tentang betapa mahalnya keadilan yang harus diperjuangkan oleh keluarga biasa di depan institusi yang seharusnya menjadi pengayom. (*)

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan melalui Peralihan Penerbitan Nota
Pelindo Regional 1 Belawan Dukung Peningkatan Layanan di Terminal Peti Kemas Internasional Belawan
Lanjutkan Rangkaian Hut ke-62 Partai Golkar, Maruli Siahaan Gelar Bakti Sosial Bagi Ratusan Pemulung, Sopir Angkot, dan Pengemudi Ojek Online
Sinergi Optimalisasi Aset Negara: KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Teken Perjanjian Tukar Menukar BMN
Operasi Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Pelabuhan Belawan Edukasi Pengguna Jalan dan Atur Lalu Lintas
PT Musim Mas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah, Wujud Kepedulian terhadap Masyarakat
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Pengolahan Pinang yang Jadi Gudang Narkoba 3 Kg Sabu, 10.000 ekstasi, dan 1.778 Pod Getar Disita
Matangkan Persiapan Jubileum 75 Tahun HKBP Distrik X Medan-Aceh, Maruli Siahaan Audiensi Dengan Wali Kota Medan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan melalui Peralihan Penerbitan Nota

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Dukung Peningkatan Layanan di Terminal Peti Kemas Internasional Belawan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Lanjutkan Rangkaian Hut ke-62 Partai Golkar, Maruli Siahaan Gelar Bakti Sosial Bagi Ratusan Pemulung, Sopir Angkot, dan Pengemudi Ojek Online

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Sinergi Optimalisasi Aset Negara: KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Teken Perjanjian Tukar Menukar BMN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Operasi Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Pelabuhan Belawan Edukasi Pengguna Jalan dan Atur Lalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:23 WIB

PT Musim Mas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah, Wujud Kepedulian terhadap Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Pengolahan Pinang yang Jadi Gudang Narkoba 3 Kg Sabu, 10.000 ekstasi, dan 1.778 Pod Getar Disita

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Matangkan Persiapan Jubileum 75 Tahun HKBP Distrik X Medan-Aceh, Maruli Siahaan Audiensi Dengan Wali Kota Medan

Berita Terbaru