30/10/2026
BARANEWSSUMUT.COM-Pekan Baru, 30 Oktober 2026 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan Lulur Tradisional yang bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru dan Universitas Prima Indonesia, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru dalam memberikan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, pengembangan potensi, serta pemberdayaan warga binaan melalui keterampilan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pembuatan serta pemanfaatan lulur tradisional berbahan alami sebagai produk perawatan tubuh. Selain memberikan keterampilan di bidang kecantikan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan sekaligus melestarikan pengetahuan dan kearifan lokal Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.
Kolaborasi antara Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru, dan Universitas Prima Indonesia menjadi wujud sinergi positif antara institusi pemasyarakatan, lembaga adat, dan institusi pendidikan dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan yang berkualitas.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan proses transfer pengetahuan dan keterampilan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, semangat belajar, serta motivasi warga binaan untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dengan keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk membuka peluang usaha maupun memperoleh pekerjaan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru berharap pembinaan kemandirian dapat terus memberikan dampak positif dan menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif, mandiri, dan siap berintegrasi kembali di tengah masyarakat, Pungkasnya.
(***)





























