BaraNews.Com-Medan, 19 April 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang nyaman melalui peningkatan perawatan sarana secara intensif.

Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pencucian kereta secara rutin saat rangkaian berada dalam kondisi stabling atau berhenti di stasiun terminus. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis, yakni Stasiun Pulubrayan, Stasiun Medan, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Tanjungbalai, dan Stasiun Rantauprapat.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa KAI menyiagakan 49 personel khusus untuk memastikan seluruh fasilitas kereta tetap higienis sebelum kembali melayani penumpang.
“Perawatan sarana, termasuk pencucian kereta, merupakan upaya fundamental dalam menjaga standar kebersihan fasilitas. Kami ingin pelanggan merasakan suasana yang segar dan nyaman sejak memasuki kereta,” ujarnya.
Selain kebersihan interior dan eksterior, KAI juga memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan air bersih di toilet kereta. Stasiun Kisaran ditetapkan sebagai pusat pengisian air karena posisinya strategis sebagai titik pertemuan jalur dari arah Tanjungbalai dan Rantauprapat.
Menurut Anwar, petugas di Stasiun Kisaran bertanggung jawab memastikan tangki air selalu terisi penuh agar fasilitas toilet dapat digunakan dengan nyaman sepanjang perjalanan.
Dalam menjaga sanitasi jangka panjang, KAI juga melakukan fumigasi secara berkala setiap empat bulan sekali di beberapa stasiun, termasuk Pulubrayan, Medan, Tebing Tinggi, dan Stasiun Siantar. Proses ini bertujuan untuk mencegah keberadaan hama seperti tikus, serangga, hingga mikroorganisme berbahaya.
Kenyamanan pelanggan selama perjalanan turut didukung oleh kehadiran petugas On Train Cleaning (OTC) yang secara rutin berkeliling untuk menjaga kebersihan di dalam kereta. KAI juga mengimbau pelanggan untuk berpartisipasi aktif dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan penerapan teknologi Toilet Ramah Lingkungan (TRL) yang menggunakan bakteri pengurai, sehingga limbah yang dihasilkan lebih aman bagi lingkungan.
“Komitmen kami adalah menjaga kebersihan sarana secara menyeluruh, mulai dari sebelum keberangkatan, selama perjalanan, hingga tiba di tujuan. Kami ingin setiap perjalanan bersama KAI menjadi pengalaman yang berkesan,” tutup Anwar, Pungkasnya.
(***)




























