BaraNews.Com-Bali Produk kerajinan khas Kalimantan Tengah berupa talawang (perisai tradisional Dayak) hasil karya klien pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palangka Raya sukses mencuri perhatian dalam ajang World Congress on Probation and Parole ke-7 yang digelar di Bali, Kamis (16/04/2026).

Dalam pameran berskala internasional tersebut, talawang yang ditampilkan tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian klien pemasyarakatan.

Motif etnik khas Dayak yang unik serta kualitas pengerjaan yang detail membuat produk ini diminati peserta dari berbagai negara. Bahkan, sejumlah talawang dilaporkan laku terjual, menandakan tingginya apresiasi terhadap karya klien pemasyarakatan Indonesia di mata dunia.
Kepala Bapas Kelas I Palangka Raya, Theo Adrianus, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia juga aktif memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai nilai budaya talawang serta proses pembinaan yang dijalani para klien.
“Talawang ini bukan sekadar kerajinan, tetapi simbol perjalanan perubahan klien pemasyarakatan kami. Melalui pembinaan yang tepat, mereka mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi sekaligus budaya. Kami sangat bersyukur dan bangga karena beberapa produk yang dipamerkan berhasil terjual di ajang internasional ini,” ujarnya.
Theo menegaskan, keikutsertaan dalam pameran internasional ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa klien pemasyarakatan memiliki potensi besar untuk berkarya dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk hasil pembinaan, sekaligus memperkuat citra positif pemasyarakatan Indonesia di tingkat global. Selain itu, capaian tersebut juga menjadi motivasi bagi klien lainnya untuk terus mengembangkan keterampilan dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat, Pungkasnya.
(***)




























