Garuda Indonesia Pangkas Rugi Bersih di Semester I 2026, Pendapatan Tembus US$1,8 Miliar

REDAKSI BATU BARA

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:41 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia. (Bloomberg) Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit dan memangkas rugi bersih sepanjang semester I 2026, meski harga avtur melonjak tajam. Kinerja itu sejalan dengan pemulihan armada perseroan. Hingga Juni 2026, jumlah armada operasional Garuda mencapai 104 pesawat.
Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026), GIAA mengantongi pendapatan US$1,80 miliar sepanjang Januari–Juni 2026. Angka itu naik 16,0% secara tahunan (year on year/yoy) dari US$1,55 miliar pada semester I 2025. Penerbangan berjadwal masih menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan US$1,31 miliar, naik 10,9% yoy. Dari pos ini, pendapatan penumpang naik 11,5% menjadi US$1,23 miliar.

Kenaikan paling tinggi datang dari penerbangan tidak berjadwal, yang tumbuh 32,5% menjadi US$272,8 juta. Angkutan haji menjadi pendorong utama dengan pendapatan US$232,2 juta, naik 51,6% dari tahun lalu. Pendapatan lain-lain juga naik 32,2% menjadi US$209,2 juta, antara lain dari bisnis perawatan pesawat (MRO) yang tumbuh 43,8% menjadi US$87,4 juta. GIAA juga masih mencatatkan EBIT positif sebesar US$74,0 juta, naik 12,7% yoy dari US$65,7 juta. Angka ini sudah memperhitungkan pendapatan lain-lain dan keuntungan selisih kurs. EBITDA naik 5,8% menjadi US$431,6 juta. Sementara itu, rugi bersih GIAA menyusut 23,2% menjadi US$113,0 juta dari US$147,1 juta pada semester I 2025. Meski rugi menyempit, GIAA belum keluar dari zona merah.

Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu penopang perbaikan adalah beban keuangan yang turun 11,6% menjadi US$222,4 juta dari US$251,6 juta. Beban bunga dari liabilitas sewa, obligasi, hingga utang usaha seluruhnya lebih rendah dibanding tahun lalu. Penurunan ini tak lepas dari suntikan modal Danantara Asset Management senilai Rp23,67 triliun pada Desember 2025. Tak lama setelah dana itu masuk, anak usaha Citilink melunasi pokok utang restrukturisasi kepada Pertamina pada 10 Desember 2025. Hasilnya, beban keuangan grup kepada Pertamina turun menjadi US$4,7 juta dari US$11,8 juta setahun sebelumnya. Beban bunga utang usaha secara keseluruhan juga turun lebih dari separuh menjadi US$6,6 juta.

Perbaikan itu terjadi saat biaya bahan bakar melonjak. Beban avtur GIAA pada semester I 2026 naik 43,6% yoy menjadi US$677,6 juta. Porsinya terhadap pendapatan pun naik menjadi sekitar 37,7% dari 30,5% setahun sebelumnya. Di luar avtur, GIAA mampu menahan laju biaya. Biaya non-bahan bakar hanya naik 3,9% menjadi sekitar US$1,07 miliar, sementara pendapatan tumbuh 16,0%. Porsi biaya non-avtur terhadap pendapatan pun turun menjadi 59,7% dari 66,7% setahun sebelumnya. Artinya, dari setiap US$1 pendapatan, biaya di luar avtur kini sekitar 60 sen, turun dari 67 sen.

Beban usaha GIAA secara total memang naik 16,4%. Namun, sekitar 84% dari tambahan beban tersebut berasal dari avtur, pos biaya yang harganya ditentukan pasar dunia.
Sejumlah pos biaya lain justru turun. Beban komisi agen berkurang 6,2% menjadi US$33,6 juta, padahal pendapatan tumbuh dua digit. Penurunan ini sejalan dengan langkah perseroan memangkas komisi agen domestik. Pembayaran kas kepada karyawan turun 7,2% menjadi US$219,7 juta, seiring jumlah karyawan grup yang berkurang menjadi 10.459 orang dari 10.852 orang pada akhir 2025. Struktur grup juga dirampingkan: satu anak usaha di lini perhotelan sudah dilikuidasi, dan dua lainnya sedang dalam proses pembubaran.

Tekanan serupa dialami maskapai di seluruh dunia. Konflik di Timur Tengah yang memanas sejak akhir Februari 2026 mengganggu pasokan energi global. Data International Air Transport Association (IATA) mencatat harga jet fuel global pada puncaknya di April 2026 naik sekitar 121% dibandingkan April 2025. Untuk sepanjang 2026, IATA memperkirakan harga jet fuel rata-rata US$152 per barel, hampir 70% lebih tinggi dari rata-rata 2025.

Soal armada, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggungnya dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). Menurut Presiden, Garuda yang hampir dipailitkan dan memiliki puluhan pesawat grounded yang tak bisa diperbaiki kini berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah pesawat yang kembali beroperasi mencapai 104 unit. “Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung,” ujar Prabowo.

Jejaknya terlihat di laporan arus kas. Sepanjang semester I 2026, GIAA membayar US$232,1 juta untuk aset pemeliharaan pesawat, terutama perawatan mesin. Nilai ini lebih dari tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, utang perseroan berkurang. Total pinjaman GIAA, termasuk liabilitas sewa, obligasi, dan pinjaman bank, turun 4,0% menjadi US$3,76 miliar per 30 Juni 2026 dari US$3,92 miliar pada akhir 2025. Liabilitas sewa turun dari US$2,49 miliar menjadi US$2,34 miliar setelah perseroan membayar pokok sewa US$158,9 juta sepanjang semester I. Arus kas operasional tercatat positif US$253,1 juta, dan kas serta setara kas per akhir Juni 2026 sebesar US$624,3 juta.
Pesawat Garuda Indonesia. (Bloomberg)

Dalam laporan keuangan ini, GIAA juga melakukan penyesuaian angka pembanding tahun 2025 (penyajian kembali). Penyesuaian terutama terkait pengukuran estimasi biaya perawatan dan pengembalian pesawat sewa, yang disesuaikan dengan ketentuan kontrak sewa. Penyesuaian ini bersifat nonkas.
Secara tahunan, posisi ekuitas GIAA membaik. Per 30 Juni 2025, defisiensi modal perseroan masih US$1,50 miliar. Setelah suntikan modal Danantara, defisiensi modal per 30 Juni 2026 menyempit menjadi US$52,2 juta. Posisi ini memang berbalik dari ekuitas positif pada akhir 2025, seiring rugi yang masih dibukukan pada semester berjalan.

Dari sisi pemegang saham, Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria pada akhir Maret lalu menyebut tekanan kinerja Garuda sepanjang 2025 merupakan kondisi sebelum intervensi berjalan. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya pesawat grounded yang tetap menimbulkan beban sewa. Menurut Dony, dampak intervensi tersebut akan terlihat pada kuartal I dan kuartal II 2026. “Tidak cukup hanya dengan memberikan pendanaan, tetapi juga harus diikuti transformasi bisnis,” ujar Dony

Berita Terkait

Pertemuan Bersama PKL Kawasan Food Court, Wali Kota Mahyaruddin Salim : Pemko Tanjungbalai Akan Salurkan Bantuan 40 Gerobak dan Tenda
Polres Batu Bara Gelar Jumat Keliling di Lima Masjid, Perkuat Silaturahmi dan Pesan Kamtibmas
Mengharumkan Sumut, Disabilitas Intelektual SOIna Raih Emas Dan Perunggu Dihari Ke 2 Pesonas NTT 2026
Polsek Talawi Salurkan Bantuan kepada Warga Korban Angin Kencang di Nibung Hangus
ASAH POTENSI DAN KETERAMPILAN WBP, LAPAS LABUHAN RUKU OPTIMALKAN PEMBINAAN MENJAHIT, LAUNDRY, DAN KERAJINAN TANGAN
Kapolda NTB Takziah ke Kediaman Datoq Bagu
Polres Batu Bara Gelar Sholat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
Lapas Perempuan Pekanbaru Gelar Pembinaan Kerohanian bagi Warga Binaan, Wujudkan Semangat 2 Tahun Gerak Nyata

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Serap Aspirasi 500 Warga di Deli Serdang, Dr. Maruli Siahaan Soroti Kriminalitas, Narkoba, Banjir, dan Pengangguran Anak Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pesta Pernikahan Andy Simanjuntak dan Febry Hutapea, Pererat Silatuhrahmi di Masa Reses DPR RI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kejagung Tangkap Direktur TPL di Medan, Bongkar Korupsi Transfer Pricing Rp2 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Video Dugaan Pesta Narkoba di Sel Penjara Sumut Viral, Penjara Mewah dan Bebas Narkoba Disorot

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Badan Jalan Akses Situs Cibedug Mulai Terbentuk, Material Pengecoran Terus Berdatangan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Mobil Tahanan Pengangkut 13 Napi Narkoba Terguling ke Parit di Rantau Prapat, Keamanan Transportasi Napi Dipertanyakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

GERMAS TOBA Polres Labusel Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Sabu di Kotapinang, Seorang Pria Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Satlantas Polrestabes Medan Imbau Pengendara Patuhi Aturan Lalu Lintas, Keselamatan Jadi Prioritas

Berita Terbaru