Pematangsiantar Baranewssumut.com
Kesibukan dan jarak sering kali menjadi alasan seseorang tidak dapat hadir secara langsung dalam sebuah momen penting. Namun, perkembangan layanan digital membuat cara menyampaikan perhatian ikut berubah. Kini, ucapan selamat, rasa bahagia, dukungan, hingga belasungkawa dapat disampaikan melalui rangkaian bunga yang dikirim langsung kepada penerima. Fenomena tersebut semakin terlihat seiring berkembangnya layanan florist online dan kebiasaan masyarakat menggunakan layanan digital untuk mengirim hadiah maupun bunga ke berbagai daerah.
Melihat perubahan tersebut, Selektif Florist membawa konsep pelayanan yang menempatkan bunga sebagai media komunikasi antarmanusia. Pemilik Selektif Florist, Zulfandi Kusnomo, mengatakan bahwa sebuah rangkaian bunga dapat menjadi perwakilan seseorang ketika keadaan tidak memungkinkan untuk datang secara langsung. Menurutnya, nilai sebuah bunga bukan semata-mata terletak pada bentuk dan keindahannya, tetapi juga pada pesan yang dibawa ketika rangkaian tersebut sampai ke tangan penerima.
“Kadang kita ingin hadir dalam sebuah momen, tetapi jarak dan kesibukan membuat itu tidak memungkinkan. Bunga bisa menjadi cara sederhana untuk mengatakan bahwa kita tetap peduli, tetap mengingat, dan ikut merasakan kebahagiaan maupun kesedihan seseorang,” ujar Zulfandi Kusnomo, Owner Selektif Florist, Selasa (8/9/2026).
Menurut Zulfandi, kebutuhan masyarakat terhadap rangkaian bunga juga tidak terbatas pada satu jenis perayaan. Papan bunga dapat digunakan untuk pernikahan, ucapan selamat, kesuksesan, pembukaan usaha maupun dukacita. Sementara hand bouquet dapat menjadi pilihan untuk ulang tahun, wisuda, perayaan pribadi atau kejutan bagi orang terkasih. Ada pula bunga meja, standing flower, krans duka, bunga salib, parcel dan berbagai pilihan hadiah yang dapat disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan penerima.
Perubahan tren pemberian hadiah juga membuat konsep rangkaian semakin berkembang. Buket saat ini tidak selalu berisi bunga, tetapi dapat dikombinasikan dengan berbagai barang lain seperti makanan ringan, cokelat, uang, boneka hingga produk perawatan diri. Tren tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyukai hadiah yang dapat dibuat lebih personal dan disesuaikan dengan karakter orang yang menerimanya.
Bagi Selektif Florist, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih fleksibel. Pelanggan tidak hanya membutuhkan katalog, tetapi juga membutuhkan tempat untuk berkonsultasi sebelum menentukan pilihan. Mulai dari jenis bunga, warna, ukuran, tulisan, tujuan pengiriman hingga waktu pengantaran dapat dikomunikasikan terlebih dahulu agar rangkaian yang dibuat benar-benar sesuai dengan maksud pengirim. Model pelayanan seperti konsultasi personal juga menjadi bagian yang semakin umum dalam bisnis florist berbasis digital.
Selain kebutuhan personal, Zulfandi melihat peluang yang besar pada segmen wedding, event dan corporate. Perusahaan, instansi, komunitas maupun penyelenggara acara dapat membutuhkan bunga papan, standing flower dan bunga meja untuk berbagai kegiatan. Dalam konteks tersebut, bunga bukan hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan bentuk penghargaan kepada tamu, mitra kerja maupun pihak yang sedang merayakan sebuah pencapaian.
“Kami ingin membangun Selektif Florist bukan hanya sebagai tempat membeli bunga. Kami ingin menjadi bagian ketika seseorang membutuhkan cara untuk menyampaikan sesuatu yang mungkin sulit diucapkan secara langsung. Selama pesannya baik, kami ingin membantu menyampaikannya melalui bunga dengan pelayanan yang sebaik mungkin,” kata Zulfandi.
Dengan semakin mudahnya masyarakat melakukan pemesanan secara online, Selektif Florist melihat masa depan layanan florist akan semakin mengarah pada kombinasi antara kreativitas, kemudahan komunikasi dan ketepatan pelayanan. Bagi Zulfandi, teknologi seharusnya tidak menghilangkan sisi emosional dari sebuah pemberian, tetapi justru membantu seseorang tetap terhubung meskipun berada di tempat yang berbeda. Pada akhirnya, sebuah bunga mungkin hanya bertahan sementara, tetapi perhatian dan cerita yang dibawanya dapat meninggalkan kesan jauh lebih lama.
(Harianto Siahaan)





























