Jakarta Baranewsdumut.com
Partai Golkar dijadwalkan menyelenggarakan Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional 2026 pada Jumat, 24 April 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” berdasarkan 2 Korintus 5:17, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan persaudaraan dalam keberagaman bangsa.
Dalam struktur kepanitiaan, Maruli Siahaan mendapat kepercayaan sebagai Bendahara Penyelenggara. Posisi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran persiapan, pengelolaan kebutuhan acara, hingga memastikan pelaksanaan berjalan tertib, akuntabel, dan sukses.
Kepanitiaan nasional dipimpin Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Ketua Penyelenggara bersama Venno Tetelepta sebagai Sekretaris Penyelenggara. Sementara tim operasional (OC) diketuai Soedeson Tandra, dengan Gidion Kaunang sebagai Sekretaris OC dan Alfons Manibui sebagai Bendahara OC.
Acara ini direncanakan dihadiri sekitar 3.500 jemaat, kader, serta tokoh masyarakat dari kawasan Jabodetabek. Selain ibadah dan refleksi Paskah, panitia juga menyiapkan pentas musik rohani, doa bersama untuk bangsa, serta kegiatan sosial berupa bantuan renovasi rumah ibadah dan dukungan kepada panti asuhan lintas agama.
Maruli Siahaan menilai peringatan Paskah Nasional ini tidak hanya sebatas agenda keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kasih, kepedulian, dan persatuan bangsa. Menurutnya, makna kebangkitan Kristus perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Paskah mengajarkan semangat pembaruan. Karena itu, kita ingin menghadirkan nilai kasih, toleransi, dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebangkitan harus tampak melalui kerja nyata bagi sesama,” ujar Maruli.
Ia menambahkan, Partai Golkar terus menunjukkan komitmennya sebagai partai yang terbuka dan merangkul seluruh elemen bangsa. Keberagaman, menurutnya, adalah kekuatan Indonesia yang harus dijaga bersama.
Melalui Paskah Nasional 2026, Maruli berharap lahir semangat baru untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan optimisme, dan memperkokoh persatuan nasional menuju Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.
(Harianto Siahaan)




























