31/10/2026
BARANEWSSUMUT.COM-Palangka Raya Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palangka Raya berhasil meraih predikat sebagai bagian dari kelompok peserta terbaik dalam Pelatihan dan Sertifikasi Mediator Gelombang I yang diselenggarakan oleh Justitia Training Center bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut resmi berakhir setelah berlangsung selama lima hari.
Predikat peserta terbaik tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Direktur Justitia Training Center, Andrianysah Tiarwan, pada acara penutupan pelatihan.
Pencapaian ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi, dedikasi, serta kontribusi peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan sertifikasi.
Pada Gelombang I ini, Bapas Kelas I Palangka Raya mengirimkan dua orang Pembimbing Kemasyarakatan untuk mengikuti pelatihan bersama 175 Pembimbing Kemasyarakatan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mediasi, mulai dari teknik komunikasi, negosiasi, penyelesaian konflik melalui pendekatan dialogis, hingga penyusunan naskah kesepakatan.
Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menangani konflik dan mendorong penyelesaian permasalahan secara konstruktif.
Kepala Bapas Kelas I Palangka Raya, Theo Adrianus, melalui Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak, Andik Sholikhudin, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Palangka Raya.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh PK Bapas Palangka Raya dalam Pelatihan dan Sertifikasi Mediator Gelombang I ini.
Harapannya, dengan adanya sertifikat mediator, ilmu yang telah didapatkan tidak berhenti begitu saja, tetapi juga dapat dibagikan kepada rekan kerja sehingga bisa diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Capaian ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi Pembimbing Kemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Tidak hanya memahami aturan dan prosedur, PK juga dituntut memiliki keterampilan komunikasi, kemampuan mengelola konflik, serta kecakapan dalam mendorong penyelesaian permasalahan secara dialogis dan konstruktif.
Melalui peningkatan kompetensi tersebut, Bapas Kelas I Palangka Raya terus berkomitmen menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah, Ujarnya.
#kemenimipas #ditjenpaskalteng #hensah #theoadrianus #bapaspalangkaraya
(***)





























