31/10/2026
BARANEWSSUMUT.COM-Belawan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja aktif jajaran Imigrasi Belawan dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, pada 28–30 Oktober 2026 di Hotel Novotel Tangerang, Banten, dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, bersama perwakilan petugas Pimpasa, Bayu Segara.
Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Belawan berhasil meraih penghargaan sebagai Kantor Imigrasi Teraktif Kedua dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Sementara itu, Bayu Segara juga memperoleh penghargaan sebagai Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Teraktif Keempat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Kombes Pol. Agus Waluyo, S.I.K., kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk.
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi dan dedikasi jajaran Imigrasi Belawan dalam memperkuat pengawasan keimigrasian yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program Desa Binaan Imigrasi, petugas tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi, membangun kesadaran hukum, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi pelanggaran keimigrasian.
Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas petugas, Bimtek Pimpasa Tahun 2026 juga menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi berbagai tantangan keimigrasian.
Sejumlah materi strategis disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Korps Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri, BAIS TNI, serta jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.
Materi yang dibahas meliputi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan calon pekerja migran, pemetaan potensi kerawanan wilayah, penguatan intelijen keimigrasian, hingga optimalisasi jaringan informasi berbasis masyarakat desa.
Melalui pembekalan tersebut, petugas Pimpasa diharapkan semakin mampu mengenali potensi kerawanan sejak dini, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjadi penghubung antara institusi Imigrasi dan lingkungan desa.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh satuan kerja maupun petugas Pimpasa. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas kinerja, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi dan mengoptimalkan peran Pimpasa sebagai penghubung antara Imigrasi dan masyarakat.
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi, pengawasan, serta upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana perdagangan orang melalui kolaborasi bersama masyarakat dan instansi terkait,” ujarnya.
Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berkomitmen mengembangkan program Desa Binaan Imigrasi secara berkelanjutan. Penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi hukum, serta optimalisasi peran petugas Pimpasa akan terus dilakukan guna membangun sistem pengawasan keimigrasian yang responsif dan berbasis partisipasi masyarakat.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas keimigrasian tidak hanya diukur melalui pengawasan di tempat pemeriksaan imigrasi, tetapi juga dari kemampuan institusi untuk hadir di tengah masyarakat, mendeteksi potensi kerawanan, dan melakukan pencegahan sejak dini.
Sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, penguatan fungsi keimigrasian harus dilaksanakan secara proaktif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dua penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi Imigrasi Belawan untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan pelayanan, serta mengoptimalkan peran Pimpasa dalam mencegah TPPO. Hal ini menjadi wujud nyata semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, dengan terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, Terangnya.
(***)





























