MEDAN | Sebuah kapal tanker berbendera Mongolia yang diduga kuat mengangkut ribuan kilogram narkotika kini diamankan ketat di kawasan pelabuhan Medan. Kapal niaga berwarna biru navy tersebut digiring menuju dermaga dengan pengawalan berlapis dari petugas gabungan Badan Narkotika Nasional, Kepolisian, dan Bea Cukai, menandakan besarnya perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum di jalur Selat Malaka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal dengan nama lambung Global 168 itu ditangkap di kawasan perairan Selat Malaka dalam operasi gabungan yang masih tertutup rapat. Kapal berukuran besar itu diduga digunakan sebagai modus penyelundupan narkoba dalam jumlah masif dengan memanfaatkan jalur pelayaran internasional. Namun hingga kini rincian jenis narkoba dan total pasti barang bukti yang berada di dalam kapal masih menunggu verifikasi resmi dari pihak berwenang di Sumatera Utara.
Keberadaan kapal tersebut di Medan mulai terkonfirmasi setelah terlihat bersandar di Dermaga Bandar Deli, Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pantauan di lokasi menunjukkan kapal dikawal ketat dan area dermaga tempat kapal bersandar dibatasi dari jangkauan awak media. Sejumlah petugas yang berada di lokasi memilih bungkam ketika dimintai keterangan mengenai asal muasal penangkapan dan muatan yang dibawa kapal tersebut.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring membenarkan bahwa kapal tanker yang menjadi perhatian itu telah bersandar di wilayah hukumnya. Ia mengatakan penanganan perkara masih dalam tahap pendalaman oleh tim gabungan.
“Iya benar, sudah sandar nanti untuk lebih lengkapnya rencana dirilis hari Jumat ya,” ujar AKBP Aditya singkat.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, rencana pengungkapan resmi kasus ini akan dilakukan dengan kehadiran langsung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang dijadwalkan turun ke Belawan. Langkah tersebut mengindikasikan bahwa penangkapan Global 168 merupakan hasil operasi skala nasional dengan barang bukti dalam jumlah besar yang memiliki jaringan lintas negara. (*)





























