Medan Baranewssumut.com
Persoalan keamanan lingkungan, peredaran narkoba dengan modus baru, hingga masalah banjir dan pengangguran menjadi sorotan dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Golkar, Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., di Gedung Serbaguna HKBP Nomensen, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 masyarakat dari beragam latar belakang dan profesi tersebut berlangsung dengan antusias. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, sekaligus mengharapkan adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah serta pihak-pihak terkait dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu isu yang banyak menjadi perhatian adalah meningkatnya keresahan warga terhadap tindak kriminalitas, khususnya pencurian yang dinilai mengganggu rasa aman di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat berharap pengamanan lingkungan dan upaya penegakan hukum dapat semakin ditingkatkan agar warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.
Selain persoalan keamanan, warga turut menyoroti permasalahan narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan, termasuk dugaan penyalahgunaan zat terlarang dalam bentuk liquid pod. Perkembangan modus tersebut menjadi perhatian tersendiri karena membutuhkan kewaspadaan bersama, terutama untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai banjir yang mengganggu aktivitas warga serta terbatasnya kesempatan kerja bagi anak muda.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dr. Maruli Siahaan menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap persoalan perlu ditangani berdasarkan kebutuhan di lapangan, dengan langkah yang terukur dan melibatkan instansi yang memiliki kewenangan agar penanganannya dapat berjalan efektif.
Terkait keresahan akibat kriminalitas dan pencurian, upaya menjaga keamanan membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah setempat, dan masyarakat. Sementara itu, persoalan narkoba perlu dihadapi melalui penguatan pengawasan, penegakan hukum, serta edukasi dan pencegahan yang menyasar keluarga, lingkungan pendidikan, dan generasi muda. Adapun masalah banjir dan pengangguran membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi teknis terkait untuk mencari solusi sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dr. Maruli juga menyampaikan komitmennya untuk membawa dan mengomunikasikan aspirasi yang diterima kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Ia menilai, kegiatan reses tidak sekadar menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan konstituen, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan nyata yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut.
Antusiasme warga dalam menyampaikan pendapat dan keluhan menunjukkan besarnya harapan masyarakat agar persoalan di lingkungan mereka memperoleh perhatian serius. Melalui dialog langsung tersebut, berbagai masukan dapat dihimpun sebagai bahan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan upaya mencari jalan keluar bersama.
Kegiatan reses di Pulo Brayan Bengkel ini menjadi bagian dari komitmen Dr. Maruli Siahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi warga Sumatera Utara I. Ia berharap kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga berbagai persoalan yang disampaikan tidak berhenti pada forum dialog, tetapi memperoleh tindak lanjut sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
(Harianto Siahaan)





























