Tanjung Balai | Seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir Dua (Bripda) berinisial SAS diamankan warga setelah diduga berbuat asusila bersama seorang wanita di dalam sebuah mobil Toyota Rush putih berpelat BK 1244 MOR. Kejadian ini berlangsung di area Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kisaran, Kamis (17/9/2026) malam.
Peristiwa bermula ketika sejumlah anak yang bermain di sekitar rusunawa melihat gerak-gerik mencurigakan pada mobil yang terparkir di lorong antara gedung 1 dan 2. Mereka kemudian memberitahu orang dewasa. Warga yang resah atas kejadian itu segera mengecek dan menggerebek mobil tersebut. Saat disenter dari luar, diketahui di dalam mobil terdapat seorang pria diduga anggota polisi dan seorang wanita, keduanya dalam kondisi tak berbusana lengkap.
Kepanikan sempat terjadi ketika Bripda SAS diduga berupaya melarikan diri dengan menghidupkan mobil. Upaya tersebut berhasil digagalkan warga yang sigap menutup pagar keluar rusunawa, hingga kendaraan beserta kedua orang di dalamnya berhasil diamankan.
Kejadian itu telah dibenarkan oleh Kepala Seksi Humas Polres Tanjungbalai, IPDA Muhammad Ruslan. Diketahui, Bripda SAS merupakan personel Satuan Samapta (Sabhara) Polres Tanjungbalai. Menurut keterangan, penanganan kasus ini kini dilimpahkan ke Propam Polres Tanjungbalai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika nantinya ditemukan dua alat bukti, Bripda SAS akan ditempatkan dalam penahanan khusus selama 30 hari ke depan.
Adapun wanita yang berada di dalam mobil bersama oknum polisi tersebut, menurut keterangan resmi dari kepolisian, merupakan pacar dari Bripda SAS. Pemeriksaan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.
Dari pihak pengelola rusunawa, Oni, membenarkan peristiwa tersebut dan telah melaporkan kejadian itu ke UPT rusunawa Kisaran, guna ditindaklanjuti terutama terkait salah satu penghuni yang diduga terlibat. Pihak UPT akan kembali melakukan pengecekan dan tindakan terhadap penghuni sesuai aturan yang berlaku.
Insiden yang sempat terekam video warga ini menambah perhatian masyarakat sekitar dan memunculkan keresahan, terutama karena lokasi kejadian berada di fasilitas umum yang juga dihuni oleh banyak keluarga. Hingga saat ini, pemeriksaan terhadap Bripda SAS masih terus berlangsung di tingkat internal kepolisian.





























