18/10/2026
BARANEWSSUMUT.COM-Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus berkomitmen memberikan pembinaan menyeluruh kepada warga binaan, termasuk melalui pembinaan kerohanian. Bekerja sama dengan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Rutan Tanjung menggelar kegiatan kebaktian bagi warga binaan beragama Nasrani dengan bimbingan Pendeta Chrissel Yosafat Simamora, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Selain itu, kebaktian menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual guna memberikan penguatan selama warga binaan menjalani masa pidana.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman iman, membangun hubungan spiritual, serta memperoleh ketenangan dan penguatan rohani dalam menghadapi kehidupan. Pembinaan ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai positif, seperti kasih, kejujuran, kesabaran, pengendalian diri, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam mendukung perubahan perilaku dan pembentukan karakter warga binaan.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan di Rutan Tanjung. Kami berharap melalui kegiatan kebaktian ini, warga binaan dapat memperoleh penguatan iman, menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, serta membangun harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Kami juga berkomitmen memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya,” ujar Raymon.
Suasana kebaktian berlangsung sebagai momen bagi warga binaan untuk beribadah, merenungkan nilai-nilai kehidupan, dan mendapatkan penguatan spiritual. Kehadiran Pendeta Chrissel Yosafat Simamora turut mendukung pelaksanaan pembinaan melalui pendampingan rohani bagi warga binaan Nasrani.
Salah seorang warga binaan, Jerry, mengungkapkan bahwa kegiatan kebaktian memberikan kesempatan baginya untuk menenangkan diri, memperkuat iman, serta memotivasi diri agar terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan kebaktian ini. Melalui ibadah dan bimbingan rohani, saya mendapatkan penguatan untuk tetap berharap, belajar memperbaiki diri, dan menjalani hari-hari dengan lebih baik.
Saya berharap apa yang saya pelajari dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika nanti kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Jerry.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan bersama GPdI, Rutan Tanjung berharap warga binaan dapat mengembangkan kehidupan spiritual yang lebih baik, memperkuat karakter, serta meningkatkan kesiapan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Rutan Kelas IIB Tanjung dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, berkesinambungan, dan berorientasi pada perubahan positif bagi setiap warga binaan, Terangnya.
(***)





























