Merasa Dijebak dan Diperdaya, Tokoh Adat Papua Yasinta Moiwend Minta Film ‘Pesta Babi’ Dihentikan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:22 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke, – Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, mengaku merasa dijebak dan diperdaya setelah namanya dan wajahnya dilibatkan dalam film berjudul Pesta Babi tanpa sepengetahuan dirinya.

​Dengan penuh kesedihan, Yasinta menyebut tindakan tersebut telah meninggalkan luka batin yang mendalam bagi diri dan keluarganya. Perwakilan masyarakat adat Malind Merauke, Papua Selatan, ini menegaskan bahwa tidak pernah ada penjelasan, permintaan resmi, ataupun kesepakatan apa pun terkait keterlibatannya dalam film tersebut.

​”Saya meminta agar peredaran film Pesta Babi segera dihentikan demi menjaga martabat dan harga diri masyarakat adat,” ujar Yasinta saat ditemui di kediamannya di Provinsi Papua Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kronologi dan Kekecewaan

​Yasinta tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terkait film yang kini telah disebarkan luas. Dengan nada pilu, ia mempertanyakan foto-foto dirinya yang dimuat, bahkan dijadikan ikon dalam poster film, tanpa pernah ada pemberitahuan atau persetujuan tertulis.

​Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai untuk keperluan film tersebut. Yasinta bahkan menyatakan berani disumpah bahwa ia sama sekali tidak mengetahui keterlibatannya dalam proses pembuatan film Pesta Babi.

​”Saya baru menyadari telah dimanfaatkan setelah tidak menerima apa pun dari hasil produksi film tersebut. Hingga kini, tidak ada satu pun penjelasan yang diberikan kepada saya terkait tujuan maupun keuntungan dari film itu,” ungkapnya.

​Dimobilisasi Tanpa Kejelasan

​Lebih lanjut, Yasinta membeberkan bahwa ia telah menjalani enam kali penerbangan pulang-pergi (PP) rute Merauke–Jakarta dan tiga kali rute Merauke–Makassar. Namun, selama mobilisasi tersebut, ia mengaku tidak pernah diberikan bantuan materi ataupun transparansi finansial.

​Dengan hati yang terluka, ia baru menyadari bahwa rangkaian perjalanan dinas atau undangan yang ia penuhi selama ini ternyata berkaitan dengan produksi film Pesta Babi.

​Kekecewaannya kian bertambah karena janji-janji kecil dari pihak yang mengajaknya bepergian pun tidak terealisasi. Salah satunya adalah janji penggantian telepon seluler miliknya yang rusak, yang hingga saat ini belum juga ia terima. Hal ini membuatnya merasa dimanfaatkan lalu ditinggalkan begitu saja.

​Oleh karena itu, Yasinta mendesak pihak produser dan pihak terkait untuk segera menarik film tersebut dari peredaran guna memulihkan nama baiknya dan menjaga kehormatan masyarakat adat Malind. (Ryan)

Berita Terkait

Dari Terminal BBM ke Wilayah Konsumsi, Kereta Api Menjaga Arus Distribusi Energi
Maruli Siahaan Berbagi Sukacita Pesta Gotilon HKBP Eben Ezer Karya 7 Resort Helvetia
Maruli Siahaan Dukung Pesta Pembangunan dan Festival Koor BNKP Resort 43, Pererat Kebersamaan Dalam Iman
Maruli Siahaan Hadir Dalam Sukacita Hut KE-71 Punguan Borsak Mangatasi Nababan Sektor Perumnas Mandala
Minggu Kasih di GBI Rumah Persembahan, Kapolda Sumut Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Respons Cepat Laporan Warga, Timsus Macan Polres Belawan Amankan Dua Terduga Pelaku Tawuran
Minggu Kasih di Gereja HKBP Sudirman, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Polres Sibolga Ungkap Pencurian Rumah, Gasak Motor hingga 30 Kain Ulos Batak

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Cegah Jeratan Judol di Kalangan Pelajar, Dir Binmas Polda NTB Sambangi SMAN 1 Mataram

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Goes to School di Ponpes Tahfiz Al-Mumtaz, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Polsek Air Putih Bersama ESI Batu Bara Buka Turnamen Mobile Legends Sambut Hari Sumpah Pemuda 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Polres Batu Bara Gelar Patroli KRYD di Sejumlah Titik Rawan, Antisipasi Kejahatan Jalanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Polres Batu Bara Gelar Strong Point Pagi, Lancarkan Arus Lalu Lintas dan Amankan Aktivitas Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tegaskan Pendampingan ABH Bentuk Tanggung Jawab Penuhi Hak Anak Selama Proses Hukum

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bapas Palangka Raya Ikuti Wasmat Semester II 2026, Pantau Pembinaan 21 Terpidana di Rutan Kuala Kapuas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Kapolda NTB Gelar Minggu Kasih di Gereja Imanuel Mataram, Perkuat Toleransi dan Kamtibmas

Berita Terbaru