Kepala BGN Sumut Dicopot di Tengah Krisis Keracunan Massal, Publik Pertanyakan Transparansi dan Akuntabilitas

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 18:30 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARO |  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara Agung T Kurniawan resmi dicopot per 31 Agustus 2026, di tengah gelombang kritik atas maraknya kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Karo. Kepastian pencopotan tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan, Donal Simanjuntak, pada Selasa (8/9/2026), yang juga mengonfirmasi bahwa posisi itu kini diisi Yoga Arizanto.

Pergantian posisi kepala regional ini terjadi setelah sorotan tajam dari internal BGN dan publik. Sudaryono, Kepala BGN pusat, lebih dulu menyampaikan keluhan atas lambatnya proses pencopotan di tengah situasi darurat, bahkan menyinggung pentingnya konsistensi dan kecepatan dalam pengambilan keputusan saat kasus keracunan sudah memakan korban. “Lama kali… Masa tidak selesai-selesai mencopotnya? Ini nyawa seseorang,” ujar Sudaryono, menegaskan pentingnya tanggung jawab lembaga negara dalam memastikan keselamatan publik.

Kasus keracunan massal MBG di Karo yang meletup pada Kamis (13/8/2026) telah mencatatkan 353 pelajar dari lima sekolah mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian siswa sempat dalam kondisi kritis dan hingga Selasa (18/8/2026), puluhan siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Berastagi dan Medan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam investigasi awal, ditemukan adanya kelalaian mendasar pada rantai distribusi bahan makanan. Kepala BGN Sudaryono menyoroti penanganan ikan basah yang tidak disimpan dalam freezer selama 10 hingga 12 jam sebelum diolah sebagai bahan konsumsi massal. “Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, itu suatu kebodohan dan kelalaian,” tegas Sudaryono.

Sebagai langkah respons cepat, BGN menutup dapur penyedia makanan terkait dan turut mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, rentetan keracunan di berbagai daerah menimbulkan kegelisahan luas atas efektivitas pengawasan dan sistem keamanan pangan di bawah koordinasi BGN wilayah.

Di sisi lain, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pencopotan Agung, sehingga muncul pertanyaan apakah kebijakan tersebut merupakan sanksi langsung atas polemik MBG di Karo atau faktor lain yang tidak diungkap ke publik. Kondisi ini menimbulkan spekulasi dan tekanan dari masyarakat yang menuntut akuntabilitas penuh dari pemerintah. Dalam sejumlah kasus MBG, termasuk keracunan yang terjadi di Agam, Sidoarjo, dan Blora, pola yang sama terus berulang: lemahnya pengawasan distribusi bahan, rendahnya standar sanitasi dapur penyedia, serta minimnya evaluasi berkala atas seluruh mekanisme penyelenggaraan MBG di sekolah.

Penting dicatat, Kepala BGN sebelumnya juga menyinggung soal kemungkinan perlunya test kit uji menu wajib pada seluruh SPPG untuk meningkatkan jaminan keamanan makanan, namun langkah nyata dan sistem pengawasan belum terlihat dijalankan secara masif. Sementara itu, janji menanggung seluruh biaya pengobatan korban telah ditegaskan meski publik masih menunggu realisasi dan transparansi total atas penanganan kasus.

Berulangnya tragedi keracunan makanan di sekolah menggugah keresahan orang tua murid, menyoroti betapa hak anak atas kesehatan masih mudah dikompromikan dalam praktik di tingkat birokrasi. Pencopotan pejabat di tengah krisis tanpa penjelasan transparan hanya memperpanjang daftar pertanyaan tentang siapa yang benar-benar bertanggung jawab, dan bagaimana negara sungguh-sungguh melindungi generasi mudanya dari ancaman di balik kebijakan yang semestinya mulia. (*)

Berita Terkait

Maraknya Judi Togel di Karo, Warga Desak Polres Bertindak Tegas
Bukan Salah Anggaran, Dinkes Karo Ungkap Sorotan BPK Rp5,23 Miliar Murni Kesalahan Teknis Input SIPD
​Ratusan Juta Rupiah Simpanan Tak Kunjung Cair, Anggota dan Pengurus KSU Mega Gotong Royong Paya Rentan Desa Kem Kem Desak Pengembalian Dana
Ini Baru Keren … !!!Pemerintah Kabupaten Karo Perbaiki Jalan Udara Sampai ke Simpang Empat
Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan, Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih
WUJUD NYATA KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT, JEMBATAN GARUDA DI KUTA PENGKIH TERUS DIKEBUT
Dibalik Ketegasan Dandenintel Kodam I/BB : Kisah Haru Letkol Arm Eddy Saputra Ginting dan Noda Sirih di Kemeja Putihnya
Wakil Presiden RI Bersama Gubernur Sumut dan Bupati Karo Tinjau Siswi Terdampak MBG

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:34 WIB

Perkokoh Sinergitas KBT, Dandim 0204/DS Terima Silaturahmi Ketua Rayon KB FKPPI Tanjung Morawa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:15 WIB

Hakim PN Medan Bersikap Tegas! Tergugat 12–29 Diminta Hadir, Absen Lagi Bisa Berujung Konsekuensi Hukum!

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:57 WIB

4 Posyandu Terbaik di Dairi Dapat Apresiasi, Sudah Jalankan ILP Siklus Hidup

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Wadan KOTI Pemuda Pancasila Deli Serdang Tewas Ditembak di Tanjung Morawa, Keluarga Desak Polisi Hukuman Setimpal

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Kalapas Tebing Tinggi Berikan Pengarahan kepada Warga Binaan, Perkuat Keamanan dan Ketertiban

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara Amankan Pria Asal Asahan, Sita 80 Butir Pil Ekstasi dan Vape Getar

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Lapas Tebing Tinggi Panen Pakcoy, Dorong Semangat Produktivitas dan Kemandirian

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Panen Selada Hidroponik, Tingkatkan Keterampilan dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru