Tapanuli Tengah –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga bersama Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lapas Sibolga menggelar kegiatan bakti sosial di SDN 152983 Hutanabolon 1, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Pemasyarakatan terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana banjir.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Sibolga bersama PIPAS melaksanakan penyaluran bantuan sosial dari PIPAS Pusat dan PIPAS Wilayah Sumatera Utara kepada pihak sekolah.
Selain itu, petugas dan warga binaan turut bergotong royong membersihkan ruang kelas, membersihkan saluran air, mengecat meja dan bangku, serta membuat pagar sekolah guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan nyaman.
Bakti sosial ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi sekolah yang masih terdampak banjir. Setiap kali hujan deras, genangan air kembali merendam lingkungan sekolah dan menyisakan material lumpur serta kotoran yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas sekolah dapat segera pulih sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih optimal.
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kehadiran Pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami melibatkan warga binaan agar mereka dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan masyarakat, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun rasa tanggung jawab,” ujar Tri Purnomo.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari proses pembinaan yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai positif tersebut dan dapat diterima dengan baik. Kami juga ingin mengubah stigma negatif terhadap Pemasyarakatan dengan menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PIPAS Cabang Lapas Sibolga, Ny. Kiki Tri Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Pemasyarakatan terhadap dunia pendidikan, terutama bagi sekolah yang mengalami dampak bencana.
Menurutnya, kondisi SDN 152983 Hutanabolon 1 yang masih kerap terdampak banjir ketika hujan deras membutuhkan perhatian bersama agar lingkungan sekolah dapat kembali digunakan secara nyaman oleh para siswa dan tenaga pendidik.
“Kami dari PIPAS ingin turut hadir dan memberikan dukungan kepada pihak sekolah. Kami memahami bahwa dampak banjir yang terus berulang meninggalkan material dan mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dengan adanya bantuan dari PIPAS Pusat dan PIPAS Wilayah Sumatera Utara, kami berharap dapat meringankan beban pihak sekolah dan membantu agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal,” ungkapnya.
Kegiatan bakti sosial ini melibatkan sebanyak 20 orang warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan pengawalan melekat dari petugas Lapas Sibolga. Pelaksanaannya diperkirakan berlangsung selama tiga hari, dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan serta kebutuhan pemulihan fasilitas sekolah.
Melalui kegiatan ini, Lapas Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku, kepedulian sosial, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Sinergi antara Lapas, PIPAS, dan pihak sekolah diharapkan tidak hanya membantu pemulihan fasilitas pendidikan pascabanjir, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong. AVID/Tim Humas Lasiga).





























