22/10/2026
BERITANEWS.COM-Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus mendukung penguatan sinergi lintas sektor dalam implementasi KUHP Nasional melalui Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).

Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan FGD dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno. Forum ini menjadi wadah koordinasi dan diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman terkait implementasi KUHP Nasional, khususnya dalam mendukung layanan bimbingan integrasi bagi klien pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, dibahas pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari jajaran pemasyarakatan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mengoptimalkan proses pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan, sekaligus memastikan tersedianya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka saat kembali ke lingkungan masyarakat.
Melalui Kelayan Binter, diharapkan terbangun kerja sama berkelanjutan dalam memberikan kesempatan kepada klien pemasyarakatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui akses pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, pemberdayaan sosial, serta penerimaan positif dari keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, reintegrasi sosial tidak hanya berfokus pada kembalinya klien ke tengah masyarakat, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk hidup mandiri, produktif, dan bertanggung jawab.
Karutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD yang diinisiasi oleh Bapas Kelas I Banjarmasin. Menurutnya, forum tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung implementasi KUHP Nasional dan meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan FGD yang diselenggarakan oleh Bapas Kelas I Banjarmasin ini. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung implementasi KUHP Nasional, khususnya melalui Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi.
Kami berharap forum ini dapat menghasilkan pemahaman dan komitmen bersama yang tidak berhenti pada diskusi saja, tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama nyata dan berkelanjutan dalam mendukung klien pemasyarakatan agar dapat kembali ke masyarakat, hidup mandiri, produktif, serta bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, partisipasi Rutan Tanjung dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi dan hubungan kerja dengan berbagai instansi terkait. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara lebih terintegrasi, mulai dari pembinaan selama menjalani masa pidana hingga persiapan kembali ke tengah masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Tanjung menegaskan dukungannya terhadap penguatan layanan bimbingan integrasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Kerja sama yang berkelanjutan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi klien pemasyarakatan sekaligus mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial, Ungkapnya.
(***)





























