Tiga Bakteri Berbahaya Terkonfirmasi di MBG Karo, Pakar Soroti Risiko Gagal Ginjal dan Gangguan Otak

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 18:43 WIB

50128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARO | Kasus keracunan massal yang melanda pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akibat konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus 2026, menimbulkan keresahan luas dan pengawasan ketat terhadap sistem jaminan pangan sekolah. Data resmi menyebut insiden ini telah berdampak pada sedikitnya 279 hingga 361 siswa dari sejumlah sekolah, termasuk SMAN 1 Berastagi dan SMK Swasta Bersama.

Penyebab keracunan mulai terang setelah hasil uji mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara diumumkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Karo pada 7 September 2026. Sampel makanan yang dihidangkan terbukti mengandung tiga bakteri patogen: Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis saus serta pada sampel muntah seorang siswa, serta Escherichia coli (E. coli) pada buah melon.

Pakar medis dr. Ferry Kusmalingga lewat unggahannya menegaskan bahaya kombinasi bakteri tersebut, khususnya terhadap sistem saraf dan ginjal anak-anak. Menurut Ferry, Staphylococcus aureus dapat menyebar melalui tangan atau kulit penjamah makanan dan berkembang biak ketika makanan dibiarkan dalam suhu ruang yang tidak sesuai standar. Lebih jauh, bakteri ini memproduksi enterotoksin tahan panas yang bertahan meskipun makanan telah dipanaskan ulang, sehingga tetap memicu muntah hebat, mual, kram perut, hingga diare massal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditemukannya Bacillus cereus pada nasi juga menjadi alarm bagi pengelolaan makanan massal. Bacillus cereus, jelas Ferry, kerap tumbuh pada makanan skala besar yang tidak segera dikonsumsi dan terpapar suhu ruang terlalu lama, menyebabkan potensi racun yang mengancam kesehatan.

Namun, sorotan utama tertuju pada temuan E. coli di buah melon yang dikonsumsi siswa. Ferry menjelaskan, beberapa strain E. coli, terutama Shiga toxin-producing E. coli (STEC), berpotensi menyebabkan komplikasi berat seperti sindrom uremik hemolitik (Hemolytic Uremic Syndrome/HUS), yang menyebabkan sel darah rusak, trombosit menurun drastis, dan cedera ginjal akut. “Ini selaras dengan laporan adanya keluhan gagal ginjal dari korban. E. coli menjadi bahaya laten di balik kasus MBG Karo,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Ferry menilai gejala gagal ginjal akut dan kelumpuhan saraf otak, termasuk dugaan amnesia yang menimpa sebagian korban, sangat mungkin dipicu oleh racun dari bakteri tersebut. Selain infeksi langsung, dehidrasi parah akibat muntah dan diare berkepanjangan turut memperberat kondisi siswa hingga berujung pada komplikasi saraf dan ginjal.

Meningkatnya temuan pelanggaran keamanan pangan di sekolah menambah daftar kegagalan pengawasan pemerintah daerah dan pelaksana MBG. Sampai kini, masyarakat dan pihak legislatif mendesak agar seluruh biaya pemulihan kesehatan siswa ditanggung dan investigasi dilanjutkan secara transparan. Kasus ini menegaskan bahwa kelalaian sekecil apapun dalam rantai distribusi pangan bisa menjadi ancaman besar bagi keselamatan generasi muda. (*)

Berita Terkait

Maraknya Judi Togel di Karo, Warga Desak Polres Bertindak Tegas
Bukan Salah Anggaran, Dinkes Karo Ungkap Sorotan BPK Rp5,23 Miliar Murni Kesalahan Teknis Input SIPD
​Ratusan Juta Rupiah Simpanan Tak Kunjung Cair, Anggota dan Pengurus KSU Mega Gotong Royong Paya Rentan Desa Kem Kem Desak Pengembalian Dana
Ini Baru Keren … !!!Pemerintah Kabupaten Karo Perbaiki Jalan Udara Sampai ke Simpang Empat
Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan, Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih
WUJUD NYATA KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT, JEMBATAN GARUDA DI KUTA PENGKIH TERUS DIKEBUT
Dibalik Ketegasan Dandenintel Kodam I/BB : Kisah Haru Letkol Arm Eddy Saputra Ginting dan Noda Sirih di Kemeja Putihnya
Wakil Presiden RI Bersama Gubernur Sumut dan Bupati Karo Tinjau Siswi Terdampak MBG

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Maruli Siahaan Bahas Perizinan Pembangunan Gereja HKBP Sukarami Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Maruli Siahaan Perkuat Solidaritas PPSD Siahaan di Palembang, Dorong Generasi Muda Lestarikan Sejarah Leluhur

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Mayor Pom Deddy Siahaan Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Merauke

Selasa, 22 September 2026 - 15:03 WIB

YONIF TP 951/Pandeka Marapi Gerak Cepat Bantu Penanganan Banjir di Kabupaten Solok

Senin, 21 September 2026 - 23:19 WIB

Guna mendukung TRANSFORMASI KELEMBAGAAN DAN EFEKTIVITAS PENANGGULANGAN TERORISME, BNPT RI Melakukan Diskusi Terpumpun dengan Komisi XIII DPR RI

Sabtu, 19 September 2026 - 18:41 WIB

Pasca Rakornis Wilayah Sumbagut Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Bimtek Pemenangan Pemilu FPG se-Indonesia di Batam

Jumat, 18 September 2026 - 19:40 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Rakornis Golkar di Batam, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Danlanud J.A. Dimara Antar Kepulangan Menteri Transmigrasi Usai Kunjungan Kerja di Merauke

Berita Terbaru