Medan Baranewssumut.com
Ada saatnya kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan rasa kehilangan. Namun, kehadiran, pelukan persaudaraan, serta doa dapat menjadi penguat bagi keluarga yang sedang menghadapi suasana duka. Semangat persaudaraan tersebut diwujudkan oleh Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., selaku Ketua Umum PPSD Siahaan Kota Medan sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, dengan melaksanakan kunjungan sosial atau melayat ke rumah duka keluarga Farida boru Parapat (Oppung Naftalya Boru), yang telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga dalam usia 78 tahun.
Kunjungan tersebut turut didampingi Pengurus dan Anggota PPSD Siahaan Kota Medan sebagai bentuk kepedulian serta solidaritas keluarga besar PPSD Siahaan terhadap anggota dan keluarga yang sedang mengalami kedukaan. Almarhumah Farida boru Parapat merupakan istri dari Alm. M. Pohan (Oppung Naftalya Doli), yang merupakan Pomparan ni Raja Hinalang. Keluarga yang sedang berduka tersebut merupakan bagian dari Anggota PPSD Siahaan Sektor 06 Medan Selatan. Rumah duka berlokasi di Jalan Saudara Ujung No. 129, Kota Medan, Selasa 11 August 2026.
Di hadapan keluarga yang ditinggalkan, Maruli Siahaan menyampaikan rasa turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah. Ia menyampaikan bahwa kehilangan orang yang dikasihi merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang tidak mudah untuk dilalui. Karena itu, keluarga diharapkan tetap mendapatkan kekuatan melalui dukungan keluarga besar, kerabat, serta doa. Maruli juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, ketenangan hati, kesehatan, serta kekuatan untuk menerima dan menjalani kehendak Tuhan dengan penuh keikhlasan.
“Ketika satu keluarga berduka, maka seluruh keluarga besar PPSD Siahaan turut merasakan dukanya. Kita mungkin tidak dapat menghapus rasa kehilangan, tetapi kita dapat hadir, menemani, mendoakan, dan memberikan kekuatan agar keluarga tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi masa duka ini,” ungkap Maruli Siahaan di hadapan keluarga yang berduka. Menurutnya, nilai persaudaraan tidak hanya terlihat ketika keluarga sedang merayakan kebahagiaan, tetapi justru semakin bermakna ketika salah satu keluarga menghadapi cobaan dan membutuhkan penguatan dari orang-orang di sekitarnya.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat selama kunjungan sosial berlangsung. Kehadiran Maruli Siahaan bersama jajaran Pengurus dan Anggota PPSD Siahaan Kota Medan menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap keluarga besar yang tengah berduka. Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, rombongan juga memberikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap tabah dalam menjalani masa duka. Doa bersama menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut, sebagai ungkapan penyerahan seluruh kehidupan almarhumah kepada kehendak Tuhan.
Kunjungan sosial itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Maruli Siahaan untuk terus membangun kedekatan dengan keluarga besar PPSD Siahaan sekaligus masyarakat luas. Baginya, organisasi keluarga dan paguyuban tidak hanya memiliki peran dalam menjaga hubungan silaturahmi, tetapi juga harus mampu menjadi ruang untuk saling membantu, memperkuat, serta menghadirkan kepedulian dalam berbagai situasi kehidupan. Kehadiran secara langsung di tengah keluarga yang berduka dinilai menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat kebersamaan tersebut.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi XIII, Maruli Siahaan juga memanfaatkan masa reses bukan hanya untuk menyerap aspirasi dan mendengar berbagai persoalan masyarakat, tetapi juga untuk hadir dalam kehidupan nyata masyarakat. Menurutnya, kegiatan di tengah masyarakat merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi warga, mendengarkan berbagai persoalan, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat yang menjadi bagian penting dari tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Kehadiran tersebut tidak hanya dalam suasana sukacita, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan dan penghiburan.
Maruli menegaskan bahwa menjadi wakil rakyat bukan semata-mata menjalankan tugas di ruang-ruang formal, menghadiri rapat, atau menyampaikan aspirasi di lembaga legislatif. Lebih dari itu, menjadi wakil rakyat juga berarti hadir dengan hati, mendengarkan, peduli, serta berjalan bersama masyarakat dalam berbagai keadaan. Melalui kunjungan ke rumah duka Farida boru Parapat, ia berharap keluarga yang ditinggalkan merasakan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kehilangan tersebut. “Kiranya keluarga diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan, serta almarhumah mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya,” demikian harapan yang disampaikan Maruli Siahaan. Kunjungan tersebut pun menjadi pengingat bahwa di tengah duka, persaudaraan, kepedulian, dan doa tetap menjadi kekuatan yang menyatukan keluarga besar PPSD Siahaan.
(Harianto Siahaan)





























