BaraNews.Com-Medan, 03 Juli 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 8.715 kunjungan pasien telah dilayani di enam Klinik Mediska yang tersebar di wilayah operasionalnya selama Semester I 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.310 kunjungan atau sekitar 38 persen berasal dari masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.

Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tingginya angka kunjungan dari masyarakat umum menunjukkan Klinik Mediska KAI semakin dipercaya sebagai salah satu fasilitas kesehatan pilihan masyarakat.

“Artinya, setiap bulan rata-rata ada lebih dari 500 masyarakat umum yang memanfaatkan Klinik Mediska KAI untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat pertama. Ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran kami memberikan dampak langsung dalam mempermudah akses kesehatan publik,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, Klinik Mediska tidak hanya melayani pekerja dan keluarga besar KAI, tetapi juga terbuka bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri maupun masyarakat umum.
Hingga Semester I 2026, sebanyak 8.616 peserta BPJS Kesehatan telah resmi mendaftarkan Klinik Mediska sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Saat ini, KAI Divre I Sumatera Utara mengelola enam Klinik Mediska yang berada di Medan, Pulobrayan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, dan Pematangsiantar. Seluruh klinik tersebut telah meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan sebagai bentuk pengakuan atas pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan nasional.
“Status Akreditasi Paripurna ini menjadi jaminan bahwa seluruh Klinik Mediska di bawah naungan Divre I Sumut telah memenuhi standar mutu pelayanan kesehatan nasional, didukung oleh tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai,” jelas Anwar.
Ke depan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen terus meningkatkan kualitas dan standar pelayanan kesehatan di seluruh Klinik Mediska agar tetap menjadi pilihan utama bagi pekerja, keluarga pekerja, peserta BPJS Kesehatan, maupun masyarakat luas.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar Klinik Mediska tetap menjadi pilihan utama, baik bagi pekerja, keluarga pekerja, peserta BPJS, maupun masyarakat luas yang membutuhkan layanan kesehatan yang prima,” pungkas Anwar.
(***)





























