Akan Gelar Aksi Lanjutan, GAMMA : usut tuntas dugaan setor komisi proyek di BPJN Banten

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:52 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Selasa (5/5), atas indikasi dugaan praktik komisi proyek dalam pekerjaan konstruksi APBN di wilayah Banten.

Aksi ini dipicu oleh rangkaian informasi yang saling menguatkan, yang mengarah pada dugaan adanya praktik permintaan “setoran” atau komisi sebesar 5% hingga 7% dari nilai kontrak proyek, yang disebut-sebut berkaitan dengan proses pelaksanaan pekerjaan di lingkungan BPJN Banten.

Ade Pahrul, koordinasi aksi GAMMA menyebut bahwa dugaan tersebut bukan berdiri di ruang kosong. Informasi awal mencuat dari pemberitaan media online pada 2025 yang memuat pernyataan seorang kontraktor nasional terkait dugaan praktik komisi proyek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indikasi tersebut kemudian disebut menguat setelah adanya informasi dari pelaksana proyek APBN tahun 2025, khususnya pada: Satker PJN Wilayah II Banten dan PPK 2.3 BPJN Banten.

“Ada pola informasi yang saling berkaitan. Dari media, lalu dari pelaksana yang mengerjakan proyek dikewenangan Satker PJN II dan PPK 2.3 tahun anggaran 2025.,” tegas Ade

Dalam aksinya, GAMMA juga menyoroti adanya indikasi iklim tidak sehat dalam distribusi proyek yang terlihat dari fakta lapangan. Paket pekerjaan di BPJN Banten disebut cenderung dikerjakan oleh pelaksana atau kelompok yang sama dari tahun ke tahun, Kondisi ini dinilai sebagai anomali dalam sistem pengadaan yang seharusnya terbuka dan kompetitif.

GAMMA menilai fenomena tersebut sebagai indikasi kuat adanya potensi persekongkolan dan pengkondisian dalam proyek konstruksi negara.

Lebih jauh, GAMMA menyampaikan bahwa dugaan praktik komisi ini tidak dapat dipandang sebagai kasus terbatas pada satu satker atau satu PPK saja.

“Kami menduga, jika praktik ini benar terjadi, maka tidak berhenti di Satker PJN Wilayah II dan PPK 2.3 saja. Indikasi yang kami temukan mengarah pada kemungkinan praktik yang lebih luas di lingkungan BPJN Banten ,”ungkapnya
.
Namun demikian, GAMMA tetap menegaskan bahwa seluruh pernyataan tersebut merupakan indikasi yang harus diverifikasi oleh pihak berwenang.

Sehingga dalam waktu dekat GAMMA akan kembali menggelar aksi demonstrasi lanjutan hingga menuai perhatian Direktur Jenderal Bina Marga dan Menteri PU.

“Menjadi alasan kuat bagi kami untuk kembali turun aki lanjutkan dengan tekanan yang lebih besar sampai Direktur Jenderal Bina Marga dan Menteri PU turun langsung menemui,” tegasnya.(Enggar)

Berita Terkait

Polda Riau Tetapkan Mantan Dirut PT SPRH Tersangka, Kerugian Negara Capai Rp13 Miliar
Penuh Kekeluargaan, Karutan Labuhan Deli Eksa Rahnuzulian Jalin Sinergi Strategis Bersama Insan Pers
Pemuda ICMI Sumut : Apapun Bentuknya, Tolak Rencana Penggusuran Masjid Hidayatullah Polonia
PT Pelindo Regional 1 Audiensi dengan Kejati Sumut, Perkuat Sinergi dan Dukung Penegakan Hukum
Perkuat Konsolidasi dan Pelayanan Masyarakat, Rumah Aspirasi Maruli Siahaan Gelar Sosialisasi di Pancur Batu
Ketua Rayon KB FKPPI 0202.02 Tanjung Morawa Husen Sukri Sampaikan Duka Cita, Minta Polda Sumut Usut Tuntas Insiden Bangun Rejo
Sosialisasi Kabid Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sumut Tentang Pemberdayaa  Klien Pemasyarakatan Melalui Griya Abhipraya “Kedan Kita”
Kapolda Sumut Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Bagikan Helm dan Masker kepada Pengendara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Mengabdi dengan Integritas dan Empati, Aipda Saut H. Siahaan Hadirkan Wajah Humanis Kepolisian

Berita Terbaru