Tragedi kematian Seorang Warga Binaan Di Lapas Kelas II Labuhan Ruku Penuh Misteri

HARIANTO SIAHAAN

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:25 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batubara Baranewssumut.com

Kematian seorang warga binaan di KPLP Kelas II Labuhan Ruku, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam sekaligus memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan di dalam lembaga pemasyarakatan. Korban Fani Ismail parangin-angin ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengalami luka memar dan lebam di bagian punggung, Sabtu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan sebelum korban meninggal dunia. Dugaan itu semakin menguat setelah korban sebelumnya mengaku merasa ketakutan karena ditempatkan satu kamar dengan seseorang yang disebut sebagai musuh lamanya saat berada di luar lapas.

Istri korban, Perangin-angin, mengungkapkan bahwa pada malam sebelum korban meninggal, dirinya sempat melakukan video call dengan sang suami. Dalam percakapan tersebut, korban meminta uang sebesar Rp2 juta dengan alasan untuk diberikan kepada tahanan lain agar dirinya tidak diganggu.

“Dia bilang takut karena satu kamar dengan musuhnya. Katanya uang itu untuk diberikan supaya dia aman dan tidak dipukuli. Karena takut terjadi sesuatu, saya langsung mengirim uang itu,” ungkap istri Perangin-angin kepada awak media.
Namun, hanya beberapa jam setelah uang dikirim, keluarga justru menerima kabar bahwa korban telah meninggal dunia.

Kecurigaan keluarga semakin memuncak ketika melihat kondisi jenazah korban di Puskesmas Talawi. Menurut keluarga, terdapat sejumlah luka lebam dan memar di tubuh korban, terutama di bagian punggung, yang diduga akibat kekerasan fisik.
“Kami lihat sendiri ada luka lebam di tubuh suami saya. Kami ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di dalam lapas,” ujar keluarga korban dengan nada sedih.

Tidak hanya mempertanyakan penyebab kematian korban, keluarga juga mengaku kecewa karena saat menjemput jenazah, mereka masih diminta sejumlah uang dengan alasan biaya penanganan medis.
“Ketika kami mengambil jenazah di Puskesmas Talawi, kami masih diminta biaya oleh pihak lapas. Padahal suami saya sudah meninggal dunia,” kata Perangin-angin.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak KTU KPLP Kelas II Labuhan Ruku belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi kejadian maupun penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, pihak Polres Batu Bara melalui humas menyatakan masih melakukan pengecekan informasi dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional, termasuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban.

Selain itu, keluarga juga meminta aparat mengusut dugaan pungutan liar serta menelusuri aliran dana Rp2, juta yang diminta korban beberapa jam sebelum meninggal dunia. Dan uang 1 juta rupiah untuk bayar uang kamar

Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti persoalan keamanan, pengawasan, serta dugaan praktik kekerasan di dalam lembaga pemasyarakatan. Keluarga berharap aparat dapat mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan bagi almarhum.

(Harianto Siahaan)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Gelar Operasi Sarang Narkoba di Nibung Hangus, Empat Orang Diamankan
GANG FIR’AUN KENA GAS! Polres Batu Bara Amankan 3 Pria, Sejumlah Sabu dan Sajam Disita
Satreskrim Polres Batu Bara Berbagi Paket Makanan dan Dukung Pencegahan Stunting
Polres Batu Bara Gerebek Sarang Narkoba di Tanjung Tiram, Tiga Pria Diamankan
Polres Batu Bara Gelar Strong Point Pagi, Lancarkan Arus Lalu Lintas dan Jaga Keselamatan Pelajar
Polres Batu Bara Gelar Strong Point Pagi, Lancarkan Arus Lalu Lintas dan Jaga Keselamatan Pelajar
Polres Batu Bara Gelar Strong Point Pagi, Lancarkan Arus Lalu Lintas dan Jaga Keselamatan Pelajar
Emas 20 Gram Raib Dari Toko Di Batu Bara, 3 Perempuan Diamankan Polisi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Resmi Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Jossy Kusumo Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif di Labuhanbatu*

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Perkuat Iman dan Mental Warga Binaan, Rutan Tanjung Gelar Kebaktian Bersama GPdI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Melalui SAPA KASIH, Rutan Tanjung Perkuat Pengawasan Keamanan, Kesehatan, dan Kebersihan Hunian

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Mahasiswa D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Riau Akhiri Studi Lapangan di Lapas IIA Pekanbaru dengan Penyerahan Plakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Kapolda NTB Gelar Subuh Keliling di Islamic Center Mataram, Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Syaiful Syafri Disabilitas SOIna Mengharumkan Sumut, Raih 2 Emas, 6 Perak Dan 4 Perunggu Di Pesonas NTT 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Polsek Medang Deras Salurkan Bantuan Material Bangunan kepada Warga Korban Angin Kencang di Desa Mandarsah

Berita Terbaru