BaraNews.Com –Tanjung, Seorang petugas anggota regu jaga di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung atas nama Muhammad Rizki menjalani sidang pranikah sebagai bagian dari tradisi dan pembinaan internal di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dan pembekalan bagi calon pengantin agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis serta tetap profesional dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

Dengan didampingi calon istri, Nadia Munawarah, Muhammad Rizki menghadap Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, di ruang kerjanya. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Muhammad Arief Rakhman, serta Kasubsi Pelayanan Tahanan, Al Muqtadir Pasya.
Kegiatan diawali dengan perkenalan diri dari calon pengantin, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ka.KPR selaku atasan langsung petugas yang akan menikah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya saling memahami, khususnya terkait tuntutan pekerjaan.
“Saya selaku atasan langsung saudara Rizki berharap semoga seluruh persiapan pernikahan berjalan lancar hingga hari H. Status baru tidak boleh mengurangi tanggung jawab dalam pekerjaan, justru harus semakin semangat. Keluarga adalah pendukung utama dalam memberikan motivasi. Saya harap keduanya saling mengerti, terutama dalam hal pekerjaan, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang harmonis dan romantis ke depannya,” ujar Muhammad Arief Rakhman.
Sementara itu, Kepala Rutan Tanjung yang akrab disapa Raymon menyampaikan bahwa pernikahan merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan. Ia berpesan agar segala sesuatunya dipersiapkan secara matang sebelum hari akad tiba.
“Menikah itu hanya satu kali dalam seumur hidup dan bagi ASN tentu ada aturan yang mengikat. Artinya, saya harap kedua calon pengantin sama-sama membangun keharmonisan dalam rumah tangga. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelah rumah tangga berjalan. Terlebih keduanya sama-sama bekerja meski di instansi berbeda, sehingga harus saling membangun komitmen untuk saling memahami dan memberi dukungan,” tegas Raymon.
Ia juga menambahkan bahwa persiapan pernikahan bukan hanya dari segi materi dan acara, tetapi yang lebih utama adalah kesiapan mental dalam membangun rumah tangga. Komitmen sejak awal, saling pengertian, saling menghormati, serta komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Sidang pranikah ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan mental petugas dalam memimpin rumah tangga sekaligus membagi waktu antara keluarga dan tugas di Rutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberian nasihat kepada calon istri agar memahami tuntutan pekerjaan suami, khususnya dalam bidang pengamanan, rehabilitasi, serta pembinaan warga binaan.
Melalui sidang pranikah ini, diharapkan dapat mencegah potensi konflik rumah tangga yang dapat berdampak pada kinerja, memperkuat solidaritas antarpetugas, serta membangun keluarga yang harmonis dan memahami amanah sebagai bagian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Terangnya.
#Ditjenpas
#Pemasyarakatan
#GuardandGuide
#Pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat
#KanwilDitjenPasKalsel
#Mulyadi
(***)




























