BaraNews.Com-Medan, 09 April 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif dalam angkutan barang sepanjang Maret 2026. Total volume barang yang didistribusikan mencapai 65.491 ton, meningkat enam persen dibandingkan periode yang sama pada Maret 2025 yang tercatat sebesar 61.867 ton.

Capaian ini mempertegas peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai tulang punggung distribusi logistik sekaligus penopang ketahanan energi di wilayah Sumatera Utara, khususnya dalam mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat saat momentum hari besar keagamaan.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa operasional angkutan barang tetap berjalan optimal guna mendukung kelancaran distribusi selama periode Hari Raya Nyepi, Idulfitri 1447 H, serta masa cuti bersama Lebaran 2026.
“Sebanyak 65.491 ton barang yang diangkut menggunakan kereta api mencakup kebutuhan vital seperti BBM dan petikemas, hingga hasil bumi berupa CPO dan lateks serta kiriman paket masyarakat. Seluruh komoditas ini didistribusikan secara aman dan tepat waktu untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok serta mendukung ekonomi daerah,” ujar Anwar.
Sektor energi memberikan kontribusi signifikan terhadap total volume angkutan. Pada Maret 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut 31.823 ton bahan bakar minyak (BBM) guna menjamin pasokan energi tetap stabil di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Angka ini tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 27.700 ton.
Anwar menilai pendistribusian BBM menggunakan moda kereta api memiliki peran strategis karena turut menyokong rantai pasok logistik darat lainnya. “Hal ini bertujuan menjamin pemenuhan kebutuhan energi masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,” tambahnya.
Sepanjang triwulan I Januari–Maret 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah mendistribusikan total 90.375 ton BBM. Jumlah tersebut meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 77.509 ton.
Pada sektor logistik, KAI juga mencatat angkutan petikemas sebesar 25.831 ton selama Maret 2026. Layanan ini menghubungkan titik-titik strategis mulai dari Stasiun Belawan, Stasiun Kuala Tanjung, hingga kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.
Menurut Anwar, layanan angkutan petikemas melalui kereta api sangat membantu mempercepat pergerakan komoditas dari kawasan industri menuju pelabuhan, baik untuk pemenuhan pasar domestik maupun kebutuhan ekspor.
KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen terus menjaga keandalan sarana dan prasarana guna memastikan seluruh komoditas tiba tepat waktu. Pemanfaatan moda kereta api diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalan raya sekaligus menghadirkan sistem distribusi logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan, Pungkasnya.
(***)




























