Hampir Dua Bulan, Janji Kapolrestabes Medan Tinggal Janji?

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 02:34 WIB

5099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Hampir dua bulan berlalu sejak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak disebut berjanji akan menuntaskan kasus korban pencurian yang justru dijadikan tersangka. Namun hingga kini, keluarga mengaku belum menerima kepastian hukum sedikit pun.

Publik masih mengingat bagaimana kasus ini viral dan menggemparkan Indonesia. korban pembobolan toko ponsel di Pancur Batu yang disebut membantu proses penangkapan pelaku justru berbalik menjadi tersangka atas laporan keluarga pelaku pencurian. Kasus ini bahkan telah mendapat atensi dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Namun setelah sorotan publik mereda, keluarga menilai prosesnya seperti jalan di tempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijanjikan Dua Minggu, Kini Hampir Dua Bulan
Keluarga mengungkapkan bahwa pada 10 Februari 2026 mereka bertemu langsung dengan Kapolrestabes Medan di sebuah kafe kawasan Petisah. Dalam pertemuan itu, Kapolrestabes disebut meminta agar pemberitaan yang telah viral “diredam” dan “didinginkan”.

“Beliau bilang paling lama dua minggu akan selesai. Kami diminta jangan lagi memviralkan dan supaya situasi kondusif,” ujar perwakilan keluarga.

Bukan hanya itu, keluarga juga mengaku diminta membuat video permintaan maaf dan video ucapan terima kasih atas penangguhan penahanan terhadap Putra Sembiring. Video tersebut telah dibuat dan dikirimkan sesuai permintaan.

Namun setelah itu? Sunyi.

Mendekati tenggat dua minggu tidak ada perkembangan. Kini hampir dua bulan berlalu, belum ada keputusan yang menjawab nasib hukum korban yang dijadikan tersangka tersebut.

Diundang Bertemu, yang Datang Bukan Kapolrestabes

Pada 20 Februari 2026, keluarga kembali dihubungi oleh seorang pria yang mengaku ajudan Kapolrestabes. Pertemuan dijadwalkan di Perintis Kuphi. Keluarga datang dengan harapan mendapatkan kepastian.

Namun yang hadir bukan Kapolrestabes, melainkan dua anggota Intelkam dari Polrestabes Medan.

“Kami datang karena dijanjikan bertemu Kapolrestabes. Tapi yang hadir bukan beliau. Kami malah diminta buat video lagi,” ujar keluarga dengan nada kecewa.Jumat 3 April 2026

Tak lama setelah itu, keluarga kembali diajak bertemu. Namun yang hadir hanya pejabat internal, dan mereka diarahkan untuk menempuh perdamaian dengan pelapor.

“Kalau memang mau diselesaikan sesuai janji dua minggu, kenapa sekarang justru kami disuruh berdamai? Lalu bagaimana dengan komitmen yang dulu disampaikan?” tanya keluarga.

Publik Mulai Bertanya

Kasus ini dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Korban pencurian yang disebut membantu proses penangkapan pelaku justru harus menghadapi status tersangka. Ketika pimpinan institusi berjanji menyelesaikan dalam waktu singkat, publik tentu menunggu realisasi, bukan sekadar ucapan.

Apalagi perkara ini telah menjadi perhatian di tingkat pusat melalui Komisi III DPR RI. Jika memang telah menjadi atensi, masyarakat berharap ada transparansi perkembangan.

“Jangan sampai saat viral dijanjikan akan selesai, tapi setelah situasi dingin semuanya dilupakan,” ujar seorang warga Medan.

Menanti Kepastian, Bukan Sekadar Janji
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Polrestabes Medan terkait tindak lanjut konkret atas janji penyelesaian dalam tempo dua minggu tersebut.

Keluarga menegaskan mereka hanya meminta satu hal: kepastian hukum.

Sebab dalam negara hukum, keadilan tidak boleh bergantung pada seberapa ramai sebuah kasus diperbincangkan. Dan janji pejabat publik, terlebih menyangkut nasib seseorang, seharusnya bukan sekadar kalimat penenang situasi. (Red)

Berita Terkait

Kolaborasi BNCT, Pemko Medan dan DP World Foundation, SMP Baru Segera Dibangun di Belawan
Maruli Siahaan Dukung Wisata Rohani 120 Anak Sekolah Minggu HKBP Immanuel Resort Medan Patumbak
Pengawasan Ketat Rutan Kelas I Medan Berhasil Gagalkan Dugaan Penyelundupan Narkotika
Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Mashun, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Gerak Cepat Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan, Truk Trailer Diduga Hasil Curian Diamankan di Gudang Gabion
Kunjungi Mako Brimob Sumut, Kapolda Irjen Sonny Irawan Beri Pesan Tegas: Kompak, Solid, Bersama Masyarakat
Sholat Subuh Bersama Masyarakat, Kapolda Sumut Ajak Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba
Arus Peti Kemas PMT Capai 535.494 TEUs hingga September 2026, Tumbuh 4 Persen

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Polres Batu Bara Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Resmi Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Jossy Kusumo Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif di Labuhanbatu*

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Melalui SAPA KASIH, Rutan Tanjung Perkuat Pengawasan Keamanan, Kesehatan, dan Kebersihan Hunian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:11 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Sebut Berkebun Bekali Keterampilan Bermanfaat agar Mandiri dan Produktif di Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Mahasiswa D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Riau Akhiri Studi Lapangan di Lapas IIA Pekanbaru dengan Penyerahan Plakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Kapolda NTB Gelar Subuh Keliling di Islamic Center Mataram, Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Syaiful Syafri Disabilitas SOIna Mengharumkan Sumut, Raih 2 Emas, 6 Perak Dan 4 Perunggu Di Pesonas NTT 2026

Berita Terbaru