Dairi Baranewssumut.com
Praktik perjudian Toto Gelap (Togel) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga beroperasi terang-terangan dan meluas hingga ke 15 Kecamatan. Warga mendesak Kapolri dan Kapolda Sumut untuk turun tangan dan mencopot Kapolres Dairi beserta Kasat Reskrim jika tidak mampu memberantasnya.
Informasi yang dihimpun awak media di lapangan, aktivitas juru tulis (jurtul) sudah tidak lagi sembunyi-sembunyi. Transaksi disebut berlangsung di kedai kopi, kedai tuak, rumah warga, hingga melalui titipan rekap via WhatsApp.
Wilayah yang disebut warga masih marak meliputi Kecamatan Berampu, Gunung Sitember, Lae Parira, Parbuluan, Pegagan Hilir, Sidikalang, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu, Silahisabungan, Silima Pungga-Pungga, Sitinjo, Sumbul, Tanah Pinem, dan Tigalingga.
Sejumlah warga di Tigalingga, Pegagan Hilir dan Sumbul menyebut, ada koordinator lapangan berinisial DM dan BT. Sementara untuk bandar wilayah Dairi, warga menyebut Oknum TNI inisial Koptu AS dan Alx.S.
“Kami sudah sangat resah. Setiap hari buka, terang-terangan. Kami minta Kapolri dan Kapolda Sumut yang baru bertindak tegas. Kalau Kapolres dan Kasat Reskrim tidak mampu berantas togel di Dairi, copot saja,” ujar salah seorang warga yang namanya minta dirahasiakan, Jumat (16/10/2026).
Desakan warga ini sejalan dengan komitmen tegas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Suyudi Ario Seto yang telah menyampaikan akan memberantas seluruh bentuk kejahatan, termasuk narkoba, judi, dan penyakit masyarakat lainnya, tanpa pandang bulu.
Komitmen itu kini menjadi ujian nyata di lapangan. Apakah komitmen pusat akan diterjemahkan menjadi tindakan nyata di Kabupaten Dairi.





























