20 Siswa di Madina Tumbang, Dilarikan ke Puskesmas

HARIANTO SIAHAAN

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 20:31 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mandailing Natal Baranewssumut.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik mendadak menjadi sorotan setelah sekitar 20 siswa di MTs Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Mompang Jae, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, pusing, muntah, hingga lemas beberapa jam setelah menyantap makanan program MBG yang didistribusikan melalui penyedia makanan/katering.

Situasi sempat diwarnai kepanikan. Sejumlah siswa yang mengalami kondisi lemas kemudian dievakuasi ke Puskesmas Mompang Jae untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Peristiwa tersebut memicu desakan agar tata kelola serta standar keamanan pangan pada dapur penyedia MBG segera diperiksa secara menyeluruh.

Sekretaris Eksekutif FITRAH (Forum Independent Transparansi Anggaran dan Hukum) Kabupaten Madina, Saidul Anwar Rangkuti, dalam keterangan pers di Panyabungan, Kamis (10/9/2026), meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak berhenti pada klarifikasi normatif, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut.

«“Nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah adalah taruhan yang terlalu mahal untuk dikorbankan akibat dugaan kelalaian pengawasan pihak penyedia jasa MBG. Hal ini harus segera diaudit dan diusut tuntas,” tegas Saidul Anwar.»

Menurutnya, munculnya berbagai narasi terkait penyebab gangguan kesehatan siswa harus dibuktikan secara objektif melalui pemeriksaan medis dan uji laboratorium, bukan sekadar asumsi.

Ia menyoroti adanya informasi yang menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan masalah pencernaan atau menu makanan yang terlalu pedas.

“Jangan sampai sebelum hasil pemeriksaan keluar sudah muncul kesimpulan mengenai penyebabnya. Publik membutuhkan fakta dan hasil pemeriksaan yang transparan,” ujarnya.

Saidul juga meminta pengelola SPPG maupun pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses penyediaan dan distribusi makanan, termasuk standar kebersihan, sanitasi, penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusinya ke sekolah.

“Kalau memang tidak ada persoalan dalam proses pengolahan makanan, buktikan secara ilmiah. Jangan membangun pembelaan prematur sebelum hasil pemeriksaan keluar,” katanya.

Desak Uji Laboratorium

Saidul mendesak Dinas Kesehatan, BPOM, serta instansi terkait segera melakukan pengambilan dan pengujian sampel makanan maupun bahan makanan yang masih tersedia.

“Kita mendesak agar dilakukan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan sampel makanan harus dibuka secara jujur dan transparan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kelayakan dapur, standar higiene dan sanitasi, sumber serta kualitas bahan baku, proses penyimpanan makanan, hingga prosedur distribusi makanan kepada siswa.

“Periksa seluruh aspek, termasuk sertifikat laik higiene sanitasi, kelayakan dapur dan kualitas bahan baku dari penyedia makanan MBG. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Ia menilai apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan siswa mengalami gangguan kesehatan, pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

“Jika terbukti ada unsur kelalaian dalam pengolahan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan, aparat penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak boleh menjadi taruhan,” tegas Saidul.

Saidul juga menyatakan bahwa dugaan pelanggaran terkait keamanan pangan dan perlindungan konsumen perlu dikaji oleh aparat dan instansi berwenang berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan, termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan penyebab kejadian ini secara ilmiah, memberikan penanganan kepada seluruh korban, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG yang disebut menyediakan makanan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian itu.

Media masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak pengelola SPPG, sekolah, Puskesmas Mompang Jae, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna memperoleh informasi resmi dan berimbang mengenai penyebab serta penanganan kejadian tersebut.

(Harianto Siahaan)

Berita Terkait

PETI Sungai Sininjom Mandailing Natal Disorot, Ekskavator Diduga Bebas Mengeruk Sungai, Satgas Didesak Bongkar Jaringan Beking
Dihadang Warga Tengah Malam: Ketika Beko PETI Merayap ke Lubuk Larangan Anak Yatim di Mandailing Natal
Satlantas Polres Madina Raih Juara 2 PNBP dan Ketepatan Laporan
Perempuan 57 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah di Pidoli Lombang
Polsek  Lingga Bayu Ungkap Peredaran Narkotika di Desa Tandikek, Amankan Tiga Pria dan Sejumlah Barang Bukti
Sambut Kemerdekaan, Rutan Labuhan Deli Gotong Royong Bersihkan Fasilitas Umum dan Halaman Kantor
Putra Terbaik Daerah, AKP Triboy Alvin Siahaan Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal
Polda Sumut Sita 12 Eskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Dari Terminal BBM ke Wilayah Konsumsi, Kereta Api Menjaga Arus Distribusi Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Maruli Siahaan Berbagi Sukacita Pesta Gotilon HKBP Eben Ezer Karya 7 Resort Helvetia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Maruli Siahaan Hadir Dalam Sukacita Hut KE-71 Punguan Borsak Mangatasi Nababan Sektor Perumnas Mandala

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Minggu Kasih di GBI Rumah Persembahan, Kapolda Sumut Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Respons Cepat Laporan Warga, Timsus Macan Polres Belawan Amankan Dua Terduga Pelaku Tawuran

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Minggu Kasih di Gereja HKBP Sudirman, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Polres Sibolga Ungkap Pencurian Rumah, Gasak Motor hingga 30 Kain Ulos Batak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:48 WIB

Kolaborasi BNCT, Pemko Medan dan DP World Foundation, SMP Baru Segera Dibangun di Belawan

Berita Terbaru