Medan Baranewssumut.com
Kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam suasana sukacita, tetapi juga melalui kehadiran di tengah keluarga yang sedang mengalami kedukaan. Hal tersebut kembali ditunjukkan oleh Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, melalui kunjungan sosial atau melayat ke dua rumah duka di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa 18 August 2026.
Dalam kunjungan sosial tersebut, Maruli Siahaan menyampaikan rasa turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memberikan kata-kata penghiburan dan penguatan. Kehadiran tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian, solidaritas, serta perhatian kepada masyarakat dan keluarga besar yang tengah menghadapi kehilangan orang yang dikasihi. Baginya, berada bersama keluarga dalam suasana duka merupakan bagian dari membangun hubungan kekeluargaan yang tidak hanya hadir ketika masyarakat merasakan kebahagiaan, tetapi juga ketika menghadapi masa-masa sulit.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah duka St. Rosdiana boru Sijabat, yang telah berpulang ke Rumah Bapa di Sorga dalam usia 80 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Maruli Siahaan diwakili oleh Bangun Taruli Siahaan, S.E., selaku Tenaga Ahli Maruli Siahaan sekaligus Ketua Relawan Palito. Rombongan hadir untuk menyampaikan salam belasungkawa serta pesan penghiburan dari Maruli Siahaan kepada keluarga yang sedang berduka.
Almarhumah St. Rosdiana boru Sijabat merupakan tante dari Sondang Hasugian, salah seorang anggota Tim Relawan Palito Medan Polonia. Kehadiran perwakilan Maruli Siahaan di rumah duka diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga. Rombongan juga menyampaikan pesan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan dalam menghadapi kepergian orang yang mereka kasihi. Rumah duka tersebut beralamat di Jalan Pasar VII, Gang Bunga Kantil VXI, Padang Bulan, Kota Medan.
Kunjungan sosial kedua dilakukan ke rumah duka P. boru Marpaung, yang telah berpulang ke Rumah Bapa di Sorga dalam usia 74 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Maruli Siahaan diwakili oleh Rafael Silaban, selaku Tim Maruli Siahaan, untuk menyampaikan ucapan turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian dan solidaritas terhadap keluarga yang sedang menjalani masa kehilangan.
Rumah duka kedua berada di Desa Pardamean Simpang Penara, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam suasana penuh keheningan dan duka, perwakilan Maruli Siahaan menyampaikan pesan agar keluarga tetap tabah dan kuat. Kehadiran perwakilan tersebut membawa pesan bahwa keluarga yang sedang berduka tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit, karena dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar menjadi salah satu sumber kekuatan untuk melewati masa kehilangan.
Dalam kedua kunjungan tersebut, pesan yang disampaikan Maruli Siahaan senantiasa menekankan pentingnya keluarga yang berduka untuk tetap tabah, kuat, dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap kehilangan tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, namun iman, doa, dan pengharapan dapat menjadi kekuatan untuk menjalani hari-hari berikutnya. Nilai kekeluargaan dan kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kedukaan, karena kehadiran orang lain dapat memberikan penguatan secara moral maupun emosional.
Bagi Maruli Siahaan, melayat bukan sekadar datang ke rumah duka, melainkan merupakan bentuk kehadiran hati untuk berbagi beban dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang sedang berduka. Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, kepedulian terhadap masyarakat terus dijaga melalui kehadiran langsung maupun melalui perwakilan. Kunjungan sosial tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen untuk terus membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat, menjaga nilai-nilai kekeluargaan, serta menghadirkan kepedulian dalam setiap keadaan—baik ketika masyarakat bersukacita maupun ketika sedang menghadapi masa kedukaan.
(Harianto Siahaan)





























