Medan Baranewssumut com
Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., selaku Ketua Umum PPSD Siahaan Sumatera Utara sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, yang diwakili oleh Lukman Siahaan selaku Ketua Raja Pangahut Tua Kota Medan, melaksanakan kunjungan sosial (melayat) sebagai bentuk ungkapan belasungkawa atas berpulangnya ke Rumah Bapa di Surga Sonti Berliana boru Panjaitan (Oppung Larisa Boru) pada usia 73 tahun. Kehadiran perwakilan tersebut menjadi simbol kepedulian dan solidaritas kepada keluarga yang sedang mengalami kedukaan.
Almarhumah Sonti Berliana boru Panjaitan diketahui merupakan istri dari Alm. Bapak Siahaan (Oppung Larisa Doli), yang berasal dari Pomparan Raja Pangahut Tua. Keluarga almarhumah juga tercatat sebagai anggota PPSD Siahaan Sektor Belawan. Rumah duka berada di Bakti ABRI, Gang Jaksa, Kampung Chinkwan, Belawan, Sumatera Utara, dan dipenuhi oleh sanak keluarga, kerabat, serta masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir, Selasa 21 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Lukman Siahaan menyampaikan pesan belasungkawa dari Dr. Maruli Siahaan kepada seluruh keluarga besar yang ditinggalkan. Ia menuturkan bahwa kepergian orang yang dikasihi memang meninggalkan duka yang mendalam, namun keluarga diharapkan tetap kuat, tabah, dan terus mengandalkan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalani hari-hari mendatang.
Melalui pesannya, Dr. Maruli Siahaan juga mengajak seluruh keluarga agar tetap memiliki pengharapan dan keyakinan bahwa setiap peristiwa kehidupan, termasuk dukacita, berada dalam penyertaan serta rencana Tuhan yang indah pada waktu-Nya. Nilai-nilai keimanan diharapkan menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk melewati masa-masa sulit dengan penuh keteguhan hati.
Kunjungan sosial tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhumah, tetapi juga mencerminkan komitmen PPSD Siahaan Sumatera Utara dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah keluarga besar Pomparan Siahaan. Tradisi saling mengunjungi dan menguatkan ketika ada anggota keluarga yang berduka menjadi warisan budaya yang terus dipelihara.
Lukman Siahaan menegaskan bahwa perhatian kepada sesama anggota keluarga besar PPSD Siahaan merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang selalu ditekankan oleh Dr. Maruli Siahaan. Menurutnya, kehadiran di rumah duka bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk empati dan dukungan moral agar keluarga yang ditinggalkan tidak merasa sendiri menghadapi cobaan tersebut.
Suasana rumah duka berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan. Doa-doa dipanjatkan agar almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kesehatan, kekuatan, penghiburan, serta ketabahan dalam menerima kehendak Tuhan. Kehadiran para pelayat dari berbagai kalangan menjadi bukti eratnya ikatan persaudaraan di lingkungan PPSD Siahaan.
Melalui kegiatan melayat ini, Dr. Maruli Siahaan kembali menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat. Diharapkan semangat saling menguatkan dan saling peduli terus terjaga, sehingga keluarga besar Pomparan Siahaan senantiasa hadir bagi sesama, baik dalam suasana sukacita maupun ketika menghadapi masa-masa kedukaan.
(Harianto Siahaan)





























