BaraNews.Com-Labuhan Deli, 17 Juli 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelaksanaan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang dirangkaikan dengan penyematan tanda kepramukaan.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di lapangan Rutan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan karakter positif kepada Warga Binaan.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural, jajaran petugas, serta perwakilan Warga Binaan yang ditunjuk sebagai peserta upacara.
Dalam amanatnya, Eddy Junaedi menyampaikan bahwa Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara merupakan agenda pembinaan rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai sarana menumbuhkan semangat nasionalisme, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kalangan Warga Binaan.
“Nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan sebagai bekal penting bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan, sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berkontribusi secara positif,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan tanda kepramukaan kepada Warga Binaan yang telah mengikuti program pembinaan kepramukaan di lingkungan Rutan. Penyematan ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kedisiplinan, dan komitmen mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan kepramukaan.
Program kepramukaan di Rutan Kelas I Labuhan Deli tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat gotong royong yang tercermin dalam Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Labuhan Deli berharap Warga Binaan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dan kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif, berintegritas, dan taat hukum, Pungkasnya.
(***)





























