KPK OTT Maraton di Binjai-Medan, Eks Anggota DPRD dan Kepala Daerah Dikabarkan Terjaring

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:18 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026). Operasi senyap itu berlangsung di Kota Binjai dan berlanjut ke Kota Medan, hanya tiga hari setelah OTT di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penindakan bermula dari sebuah kafe di Kota Binjai pada siang hari. Tim penindak KPK mengamankan sejumlah orang yang diduga baru saja melakukan transaksi terkait fee proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2025. Dari lokasi itu, penyidik melakukan pengembangan sejauh sekitar 21 kilometer ke Kota Medan untuk memburu pihak lain yang diduga terlibat.

Sejumlah pihak yang diamankan langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga Kamis malam, suasana di Gedung Ditreskrimsus Polda Sumut terpantau dijaga ketat aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber yang mengetahui operasi tersebut menyebutkan, pihak yang diamankan di Binjai terdiri dari mantan anggota DPRD Sumatera Utara dan pihak swasta atau kontraktor. Penyidik kemudian bergerak ke Medan untuk menjemput seorang kepala daerah yang disebut tengah menghadiri agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Selain itu, jagat media sosial turut diramaikan kabar penangkapan seorang kepala daerah berinisial SY, warga Kabupaten Langkat. Informasi itu salah satunya diunggah akun Facebook bernama Rusdi Muhammad yang menyebut SY diduga terjaring OTT saat menagih utang fee proyek tahun 2025 senilai lebih dari Rp 1 miliar.

Pemilik akun, BS, saat dikonfirmasi membenarkan dirinya menerima informasi tersebut. “Iya benar kabarnya SY tertangkap KPK di Binjai dan saat ini kabarnya dibawa ke Medan,” ujarnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun jumlah pihak yang diamankan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo belum merespons konfirmasi yang disampaikan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Langkat Wahyudiharto juga belum memberikan jawaban saat dihubungi untuk memastikan kabar tersebut.

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Dalam rentang waktu itu, penyidik akan melakukan gelar perkara sebelum menetapkan tersangka dan menyampaikan konstruksi perkara secara resmi.

Operasi ini diduga terkait praktik setoran fee proyek yang bersumber dari APBD di wilayah Sumut. Pola tersebut mengingatkan pada OTT KPK di Kabupaten Mandailing Natal pada 26 Juni 2025 yang menjerat enam orang dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur PUPR dan preservasi jalan.

Jika kabar ini terkonfirmasi, OTT di Binjai dan Medan akan menambah daftar kepala daerah yang tersandung perkara korupsi pada semester pertama 2026. Sebelumnya, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain terjaring OTT terkait dugaan suap mobil mewah senilai Rp 2 miliar.

KPK dijadwalkan menyampaikan hasil pemeriksaan dan status hukum para pihak yang diamankan dalam konferensi pers setelah proses klarifikasi dan gelar perkara rampung. (*)

Berita Terkait

Kolaborasi BNCT, Pemko Medan dan DP World Foundation, SMP Baru Segera Dibangun di Belawan
Maruli Siahaan Dukung Wisata Rohani 120 Anak Sekolah Minggu HKBP Immanuel Resort Medan Patumbak
Pengawasan Ketat Rutan Kelas I Medan Berhasil Gagalkan Dugaan Penyelundupan Narkotika
Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Mashun, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Gerak Cepat Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan, Truk Trailer Diduga Hasil Curian Diamankan di Gudang Gabion
Kunjungi Mako Brimob Sumut, Kapolda Irjen Sonny Irawan Beri Pesan Tegas: Kompak, Solid, Bersama Masyarakat
Sholat Subuh Bersama Masyarakat, Kapolda Sumut Ajak Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba
Arus Peti Kemas PMT Capai 535.494 TEUs hingga September 2026, Tumbuh 4 Persen

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:29 WIB

*Suasa Penuh Haru, Acara Farewell Parade Irjen Pol Dr. Nazly Harahap Kakorsabhara Baharkam Polri*

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara Gelar Minggu Kasih, Salurkan Sembako dan Edukasi Bahaya Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Polres Batu Bara Gelar Minggu Kasih di Sejumlah Gereja, Perkuat Kerukunan dan Salurkan Bantuan Sembako

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Polres Batu Bara Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif di Labuhanbatu*

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Perkuat Iman dan Mental Warga Binaan, Rutan Tanjung Gelar Kebaktian Bersama GPdI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Melalui SAPA KASIH, Rutan Tanjung Perkuat Pengawasan Keamanan, Kesehatan, dan Kebersihan Hunian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:11 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Sebut Berkebun Bekali Keterampilan Bermanfaat agar Mandiri dan Produktif di Masyarakat

Berita Terbaru