15/09/2026
BaraNews.Com-Serdang Bedagai, 13 September 2026 Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, terus memperkuat perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat sekaligus penggerak roda perekonomian lokal. Infrastruktur perkeretaapian yang telah berdiri sejak 1902 tersebut menunjukkan bahwa bangunan bersejarah dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Stasiun Lidah Tanah menjadi contoh bagaimana infrastruktur yang telah berusia lebih dari satu abad tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga dapat menjalankan kembali fungsi sosialnya sebagai penghubung masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

“Aksesibilitas yang makin mudah mendorong mobilitas warga Perbaungan dan sekitarnya, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, maupun pendidikan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan pelayanan agar masyarakat dapat bertransportasi dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Anwar.
Peningkatan peran sosial dan ekonomi Stasiun Lidah Tanah tercermin dari pertumbuhan volume pelanggan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, stasiun tersebut melayani sebanyak 6.047 pelanggan atau rata-rata 756 pelanggan per bulan.
Angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2025 yang mencapai 630 pelanggan per bulan. Pada periode tersebut, Stasiun Lidah Tanah mencatat total 6.924 pelanggan.
Pertumbuhan volume pelanggan tersebut turut didorong oleh kembali beroperasinya layanan naik dan turun penumpang sejak 1 Februari 2025, seiring dengan diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.
Saat ini, Stasiun Lidah Tanah melayani perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP) dan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar (PP). Kehadiran layanan tersebut memberikan alternatif transportasi publik bagi masyarakat Perbaungan dan wilayah sekitarnya.
Secara historis, Stasiun Lidah Tanah dibangun pada masa kolonial sebagai stasiun yang melayani persilangan kereta api dan bukan sebagai stasiun untuk naik dan turun pelanggan.
Dalam beberapa tahun terakhir, KAI Divre I Sumatera Utara terus melakukan revitalisasi dan penyesuaian agar stasiun dapat melayani kebutuhan masyarakat.
Meski fungsi stasiun dikembangkan, karakter asli serta nilai sejarah bangunan tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan perkeretaapian di Sumatera Utara.
Anwar menegaskan optimisme KAI Divre I Sumatera Utara dalam mendukung pertumbuhan wilayah Serdang Bedagai melalui penguatan konektivitas transportasi berbasis rel, khususnya di kawasan Desa Lidah Tanah.
“Reaktivasi dan konektivitas yang terjaga di Stasiun Lidah Tanah merupakan bentuk komitmen KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang inklusif. Kami berharap layanan kereta api ini dapat terus membuka aksesibilitas wilayah, menggeliatkan perekonomian desa, serta mempermudah mobilitas masyarakat Perbaungan dan sekitarnya,” tutur Anwar.
(***)





























