MEDAN – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara mengevakuasi barang-barang milik warga yang tertimbun material tanah longsor di Desa Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan rumah warga.
Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar I Kadoli, mengatakan fokus utama kegiatan di lokasi adalah membantu masyarakat menemukan kembali harta benda yang tertimbun longsor. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk meringankan beban warga yang terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan.
Dari hasil penyisiran di lokasi bencana, personel Brimob berhasil menemukan dua unit sepeda motor serta sejumlah peralatan rumah tangga milik warga. Barang-barang tersebut sebelumnya tertimbun material tanah, batu, dan lumpur akibat longsor. Proses pencarian dilakukan secara manual dan menggunakan peralatan pendukung, dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang masih labil.
Kompol Mukhtar menjelaskan, dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketelitian. Kondisi lokasi yang masih berisiko longsor susulan menjadi perhatian utama tim. Seluruh kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib dengan dukungan personel lengkap serta peralatan yang memadai.
Ia menegaskan kehadiran Brimob dalam situasi darurat merupakan bagian dari tugas kemanusiaan. Aparat, kata dia, berkomitmen membantu masyarakat tidak hanya dalam penanganan awal bencana, tetapi juga pada tahap pemulihan. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan instansi terkait dan unsur relawan di lapangan.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara menyatakan lima orang meninggal dunia akibat tanah longsor di Desa Sembahe. Para korban merupakan warga setempat yang tertimpa reruntuhan saat peristiwa terjadi. Selain korban meninggal, terdapat satu korban selamat, Sehat Br Taringan (65), yang saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Tanah longsor tersebut menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan dan menimbun sebagian harta benda warga. Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat setempat, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sarana penunjang kegiatan sehari-hari.
Desa Sembahe dikenal sebagai wilayah dengan kontur perbukitan dan berada di kawasan yang rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi tanah yang labil serta intensitas hujan yang meningkat diduga menjadi faktor pemicu terjadinya longsor.
Saat ini, proses penanganan di lokasi masih berlangsung. Aparat bersama instansi terkait terus melakukan pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Upaya evakuasi barang milik warga diharapkan dapat membantu meringankan beban korban serta mempercepat pemulihan pasca-bencana di Desa Sembahe. Pemerintah dan aparat terkait menyatakan akan terus melakukan pendampingan hingga situasi dinyatakan aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.




























