SIMALUNGUN –
Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr. Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, M.A., terpilih sebagai Mudir Idaroh Wustha Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., terpilih sebagai Rais dalam Musyawarah Daerah (Musda) JATMAN Sumatera Utara yang berlangsung di Persulukan Tuan Guru Batak Serambi9 Babussalam, Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, pada 17–18 Oktober 2026.
Musda tersebut dipimpin Sekretaris Umum Idaroh Aliyah JATMAN, KH. Dr. Ali M. Abdillah, M.A., didampingi Sekretaris Idaroh Aliyah JATMAN, Tuan Guru Dr. SM Munawar Kholil Alkholidi, S.Th.I., M.Pd.I. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk.
Selain menjadi forum pemilihan kepemimpinan, Musda tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran JATMAN dalam pembinaan kehidupan spiritual umat, pengembangan ajaran tasawuf, serta penguatan persaudaraan antarpengamal tarekat di Sumatera Utara.
Dalam proses pemilihan, Musda membentuk tujuh tim Ahlu al-Halli wa al-Aqdi (AHWA) yang bertugas memilih Rais dan Mudir untuk memimpin Idaroh Wustha JATMAN Sumatera Utara selama periode mendatang.
Setelah kedua pimpinan terpilih, Sekretaris Umum Idaroh Aliyah JATMAN, KH. Dr. Ali M. Abdillah, mengarahkan pembentukan tim formatur untuk menyusun kelengkapan struktur kepengurusan. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menata organisasi agar kepengurusan baru dapat menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam forum ini, Sekum JATMAN menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan juga sarana memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah para pengamal tarekat.
Dikatakannya, JATMAN memiliki peran penting dalam menghimpun dan mengoordinasikan tarekat-tarekat mu‘tabarah, sekaligus menjaga kesinambungan ajaran tasawuf yang bersanad dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, Musda harus menjadi momentum memperkuat persatuan, menata organisasi, dan meningkatkan kontribusi JATMAN bagi umat dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kepengurusan yang solid agar program organisasi dapat berjalan secara terarah, baik dalam pembinaan spiritual, penguatan kelembagaan, maupun pengembangan dakwah yang menyejukkan kehidupan masyarakat.
JATMAN Wadah Penguatan Tasawuf dan Persaudaraan
JATMAN merupakan organisasi yang menghimpun dan mengoordinasikan tarekat-tarekat yang diakui kemu‘tabarahannya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Organisasi ini berkaitan erat dengan pengembangan tasawuf dan praktik tarekat sebagai jalan pembinaan rohani, penyucian jiwa, serta pembentukan akhlak yang baik.
Dalam menjalankan perannya, JATMAN tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual secara individual, tetapi juga mendorong penguatan persaudaraan, pengamalan nilai-nilai keagamaan, dan kontribusi positif bagi kehidupan sosial.
Sebagai Mudir terpilih, TGB Syekh Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk menegaskan bahwa kepemimpinan JATMAN Sumatera Utara ke depan akan mengutamakan kebersamaan, keterbukaan, dan kerja kolektif dengan para mursyid, kiai, guru tarekat, serta seluruh pengamal tarekat mu‘tabarah.
“Ke depan, kami ingin memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun sinergi antarpengamal tarekat. Dengan persaudaraan yang kuat, nilai-nilai tasawuf diharapkan semakin membumi dan memberikan manfaat nyata bagi umat, tanpa kehilangan esensi pembinaan rohani dan akhlak,” ujar TGB.
Musda dan Haul Jadi Momentum Silaturahmi
Musda JATMAN Sumatera Utara yang dirangkaikan dengan Haul ke-17 Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk turut menjadi ajang silaturahmi bagi para ulama, tokoh agama, dan pengamal tarekat.
Peringatan haul tersebut memberikan dimensi spiritual pada agenda organisasi. Selain mengenang perjalanan dan keteladanan tokoh yang menjadi bagian dari sejarah dakwah tasawuf di Sumatera Utara, kegiatan ini juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antarpengamal tarekat.
Melalui kepemimpinan baru periode 2026–2031, JATMAN Sumatera Utara diharapkan dapat memperkuat kelembagaan, meningkatkan koordinasi program, serta memperluas kontribusi dakwah tasawuf dalam kehidupan keagamaan dan sosial.
Terpilihnya TGB Syekh Ahmad Sabban sebagai Mudir dan Dr. Muhammad Isa Indrawan sebagai Rais menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan program organisasi dengan semangat persaudaraan, penguatan spiritualitas, dan pengabdian kepada masyarakat. (hasan)





























