Medan — Tiga orang nelayan ditemukan meninggal dunia di dalam palka kapal di kawasan Belawan, Kota Medan, Senin (31/8/2026). Ketiga korban, yang tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir, diduga mengalami keracunan gas saat kapal sedang berlayar untuk mencari ikan di perairan Pangkalan Brandan, Langkat.
Informasi soal peristiwa tersebut diterima pihak TNI AL sekitar pukul 16.00 WIB. Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, menyatakan bahwa korban bernama Iwan (51), Garto (50), dan Mamat (45). Setelah menerima laporan, petugas langsung diterjunkan ke Gudang Bincuan Gabion untuk membantu proses evakuasi.
Kronologi kejadian berawal ketika KM Pulau Samosir berangkat dari Gudang Bincuan Gabion menuju laut pada pukul 02.30 WIB dengan sembilan ABK di dalamnya, dipimpin nakhoda bernama Yusri. Sekitar pukul 09.00 WIB, saat kapal berada di perairan Pangkalan Brandan, korban Garto masuk ke dalam palka bagian depan untuk membersihkan ruangan. Tanpa disadari, Garto kemudian terjatuh dan tidak sadarkan diri, diduga akibat menghirup gas di dalam ruang tertutup tersebut.
Melihat kondisi itu, Mamat mencoba memberikan pertolongan dengan masuk ke ruang yang sama, namun mengalami nasib serupa. Seorang saksi yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan kepada nakhoda yang saat itu sedang beristirahat. Setelah mendapat laporan, Iwan turut masuk ke palka untuk membantu kedua rekannya, namun ia juga tidak sadarkan diri.
Menyadari situasi semakin memburuk, nakhoda berinisiatif melarang ABK lainnya untuk masuk ke dalam palka sehingga tidak ada korban tambahan. Kapal kemudian langsung kembali ke Belawan dan sandar pukul 16.00 WIB di Gudang Bincuan Gabion. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.30 WIB, lalu ketiga jenazah dibawa dengan ambulans ke rumah duka masing-masing.
Dugaan awal yang disampaikan pihak TNI AL menyebut korban kemungkinan menghirup gas berbahaya seperti hidrogen sulfida atau amonia yang terperangkap di dalam ruangan palka ikan yang tertutup rapat dan kekurangan oksigen. Namun, penyebab pasti insiden ini masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Pihak keluarga korban dan seluruh ABK lainnya kini masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan terkait peristiwa yang menimpa para nelayan, yang tengah menjalankan tugas rutin mencari ikan di laut. (*)





























