Enam Bulan Kasus Dugaan Penipuan Diperam, Polrestabes Medan Buang “Bola Panas” Ke Polda Sumut, Korban Minta Kapolda Sumut Segera Tangkap Mamak Maling Yang Meresahkan !!!

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 01:07 WIB

50121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Penanganan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan ke Polda Sumatera Utara menuai sorotan. Setelah sempat dilimpahkan ke Polrestabes Medan, laporan tersebut disebut tidak menunjukkan perkembangan selama hampir enam bulan sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke Polda Sumut. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kepastian hukum yang dinanti pelapor.

Kasus ini berawal dari aksi pencurian yang terjadi pada 22 September 2025 di sebuah toko di wilayah Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu, korban yang sudah membuat laporan resmi disuruh penyidik Polsek Pancur Batu untuk menangkap para pelaku pencurian yang saat ditangkap mengeluarkan pisau. Namun, di tengah proses hukum yang berjalan, korban justru dilaporkan oleh keluarga pelaku atas dugaan penganiayaan ke Polrestabes Medan.

Demi mengakhiri konflik, pada 3 Desember 2025, kedua belah pihak sepakat berdamai. Kesepakatan itu dituangkan dalam dua surat perdamaian yang ditandatangani bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat pertama diserahkan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam sebagai bentuk perdamaian antara korban dan terdakwa pencurian. Dalam Putusan Nomor 1914/Pid.B/2025, majelis hakim mencantumkan perdamaian tersebut sebagai salah satu hal yang meringankan hukuman para terdakwa. Menurut pihak keluarga pelapor, tuntutan yang semula diperkirakan sekitar tujuh tahun berujung pada vonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Sementara itu, surat perdamaian kedua dibuat dengan tujuan agar laporan terhadap korban yang sedang diproses di Polrestabes Medan dicabut oleh pihak keluarga pelaku.

Namun, menurut pihak pelapor, setelah manfaat perdamaian diperoleh dalam persidangan, janji untuk mencabut laporan tidak pernah direalisasikan. Berbagai alasan disebut disampaikan hingga akhirnya kesepakatan tersebut tidak dijalankan.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan orang tua terdakwa ke Polda Sumut atas dugaan tindak pidana penipuan. Laporan itu kemudian dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

Yang menjadi sorotan, menurut keluarga pelapor, laporan tersebut tidak menunjukkan perkembangan selama sekitar enam bulan. Alih-alih naik ke tahap penyidikan, berkas perkara justru dikembalikan lagi ke Polda Sumut dan hingga kini disebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami hanya meminta orang tua maling itu segera ditangkap dan diproses.di melaporkan korban pencurian 3 bulan sudah jadi tersangka, kenapa kami melaporkan dia sudah enam bulan laporan kami tidak diproses, atau jangan jangan dia dilingundi atau dia kebal hukum,” ujar pihak keluarga. 4 Juli 2026

Selain laporan dugaan penipuan, keluarga korban juga mengaku telah membuat laporan dugaan fitnah ke Polsek Pancur Batu. Namun, menurut mereka, laporan tersebut hingga kini juga belum menunjukkan perkembangan.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan keseriusan penanganan perkara. Mereka bahkan menduga adanya intervensi oknum tertentu yang menghambat proses hukum saat perkara masih ditangani Polsek Pancur Batu. Dugaan tersebut, hingga kini, belum mendapat tanggapan maupun pembuktian dari pihak kepolisian.

Keluarga berharap Kapolda Sumut dan Wakapolda Sumut memberikan perhatian serius terhadap perkara tersebut, memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Sumatera Utara maupun Polrestabes Medan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelimpahan kembali laporan tersebut maupun perkembangan penanganan perkara dimaksud. Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(*)

Berita Terkait

Sekum JATMAN Pimpin Musda Sumut, TGB Ahmad Sabban Terpilih sebagai Mudir Periode 2026–2031
Maruli Siahaan Dukung Pentahbisan Gedung Gereja GSKI Pokok Anggur Medan
Dari Terminal BBM ke Wilayah Konsumsi, Kereta Api Menjaga Arus Distribusi Energi
Maruli Siahaan Berbagi Sukacita Pesta Gotilon HKBP Eben Ezer Karya 7 Resort Helvetia
Maruli Siahaan Dukung Pesta Pembangunan dan Festival Koor BNKP Resort 43, Pererat Kebersamaan Dalam Iman
Maruli Siahaan Hadir Dalam Sukacita Hut KE-71 Punguan Borsak Mangatasi Nababan Sektor Perumnas Mandala
Minggu Kasih di GBI Rumah Persembahan, Kapolda Sumut Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Respons Cepat Laporan Warga, Timsus Macan Polres Belawan Amankan Dua Terduga Pelaku Tawuran

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:33 WIB

DUKUNG PEMENUHAN HAK ANAK, PERWAKILAN STAF LAPAS LABUHAN RUKU HADIRI RAKOR LANJUTAN EVALUASI KABUPATEN LAYAK ANAK TAHUN 2026 DI KANTOR BUPATI

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Wakapolda NTB Turun Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Kekalik

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:57 WIB

*Tinjau Irigasi dan Jalan Desa, Bupati Baharuddin Pastikan Kebutuhan Masyarakat Jadi Perhatian*

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Irjen Kalingga Turun ke Simpang Tanah Haji, Atur Lalu Lintas Pagi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas Naik 48,5 Persen, Kapolda NTB Ingatkan Pelajar Patuh Berlalulintas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di Lima Sekolah, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba hingga Kenakalan Remaja

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Cegah Jeratan Judol di Kalangan Pelajar, Dir Binmas Polda NTB Sambangi SMAN 1 Mataram

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Goes to School di Ponpes Tahfiz Al-Mumtaz, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Bullying

Berita Terbaru

REGIONAL

Wakapolda NTB Turun Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Kekalik

Senin, 19 Okt 2026 - 16:13 WIB