Di Tengah Kebiasaan Scrolling, Bagaimana Mahasiswa Menjaga Budaya Membaca?

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026 - 12:28 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS | Membuka media sosial sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak mahasiswa. Saat menunggu kelas dimulai, sedang istirahat, atau memiliki waktu kosong, hp sering menjadi hal pertama yang dicari. Dalam beberapa menit, kita bisa melihat berita, video pendek, unggahan kawan, sampai berbagai informasi lainnya. Kebiasaan scrolling ini sering dilakukan begitu saja, bahkan kadang tanpa terasa sudah menghabiskan banyak waktu. Di tengah rutinitas tersebut, muncul lah satu pertanyaan: bagaimana mahasiswa menjaga kebiasaan membaca?

Sebenarnya, media sosial tidak selalu menjadi penghalang untuk membaca. Banyak akun yang membagikan rekomendasi buku, informasi pendidikan, ulasan bacaan, bahkan tautan artikel yang bermanfaat. Mahasiswa juga bisa menemukan kelompok membaca dan berdiskusi melalui platform digital. Artinya, media sosial dapat dimanfaatkan untuk mengenal bahan bacaan baru. Yang perlu diperhatikan ialah bagaimana kita mengatur penggunaan media sosial agar tidak menghabiskan banyak waktu.

Ketika scrolling dilakukan terus-menerus, perhatian kita sering berpindah dari satu konten ke konten lainnya. Belum selesai membaca satu unggahan, sudah muncul video baru yang menarik perhatian. Nah, ini bisa membuat kita terbiasa menerima informasi secara singkat. Akibatnya, saat harus membaca buku atau jurnal yang cukup panjang, sebagian orang merasa cepat bosan atau sulit fokus. Padahal, bacaan yang lebih mendalam sering kali membutuhkan waktu dan perhatian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan membaca untuk kebutuhan kuliah memang berbeda dengan melihat konten singkat. Saat membaca buku atau jurnal, mahasiswa perlu memahami isi tulisan, mengikuti penjelasan penulis, dan menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya. Ada beberapa bagian yang mungkin perlu dibaca ulang supaya lebih mudah dimengerti. Proses ini memang tidak selalu cepat, tetapi membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih baik dan tidak hanya mengingat informasi di permukaan.

Meski begitu, bukan berarti mahasiswa yang sering membuka media sosial tidak suka membaca. Setiap orang memiliki kebiasaan dan cara mengatur waktu yang berbeda. Hanya saja, waktu kosong yang terlalu sering digunakan untuk scrolling bisa mengurangi kesempatan membaca. Karena itu, hal yang perlu dibangun bukanlah larangan menggunakan media sosial, tapi kemampuan untuk mengatur waktu dan menentukan kegiatan yang lebih penting pada saat tertentu.

Salah satu cara sederhana untuk menjaga kebiasaan membaca ialah menyediakan waktu khusus setiap hari. Mahasiswa bisa mulai membaca selama beberapa menit, lalu menambah waktunya sesuai kebutuhan. Saat membaca, pemberitahuan hp dimatikan sementara agar perhatian tidak teralihkan. Bila dilakukan secara rutin, membaca perlahan-lahan dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada tugas.

Pilihan bacaan juga bisa memengaruhi semangat membaca. Mahasiswa tidak harus selalu memulai dari buku tebal atau jurnal ilmiah yang bahasanya cukup sulit. Bacaan bisa dimulai dari membaca artikel, esai, cerita pendek, atau buku yang sesuai dengan minat masing-masing. Setelah terbiasa, jenis bacaan dapat diperluas ke buku dan sumber akademik yang berkaitan dengan bidang studi. Dengan begitu, membaca tidak hanya terasa sebagai kewajiban kuliah, tetapi juga menjadi cara untuk mendapatkan pengetahuan baru.

Perpustakaan juga bisa ikut mendorong kebiasaan membaca di kalangan mahasiswa. Selain menyediakan buku dan jurnal, perpustakaan juga dapat mengadakan diskusi buku, berbagi rekomendasi bacaan, atau kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Media sosial perpustakaan pun bisa digunakan untuk memperkenalkan koleksi dan layanan, sehingga mahasiswa dapat mengetahui bahwa banyak bahan bacaan yang bisa mereka manfaatkan. Konten digital dapat menarik perhatian, sementara perpustakaan menyediakan sumber yang bisa dibaca lebih lanjut.

Di Banda Aceh, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum dapat menjadi pilihan ruang belajar bagi mahasiswa. Perpustakaan bukan hanya tempat yang didatangi ketika ada tugas atau menjelang ujian. Tempat ini juga bisa digunakan untuk membaca di waktu senggang, mencari informasi, dan berdiskusi dengan teman. Informasi mengenai koleksi, layanan, dan kegiatan perpustakaan dapat disampaikan melalui media sosial agar lebih mudah diketahui oleh mahasiswa.

Menurut saya, menjaga budaya membaca di tengah kebiasaan scrolling bukan berarti harus menjauhi media sosial. Keduanya bisa berjalan berdampingan selama digunakan dengan seimbang. Media sosial dapat membantu kita mengetahui banyak hal dan menemukan bacaan baru, sedangkan membaca buku atau artikel secara utuh membantu kita memahami informasi dengan lebih mendalam. Mahasiswa hanya perlu lebih sadar dalam mengatur waktu dan tidak membiarkan kebiasaan membuka handphone mengisi seluruh waktu luang.

Pada akhirnya, budaya membaca tidak terbentuk hanya karena seseorang memiliki banyak buku atau sering datang ke perpustakaan. Kebiasaan itu tumbuh ketika kita mau meluangkan waktu, memilih bacaan, dan berusaha memahami isinya. Di tengah banyaknya konten yang muncul setiap hari, mahasiswa tetap perlu memberi ruang bagi kegiatan membaca. Sebab, ada pengetahuan yang bisa diperoleh dengan cepat, tetapi ada juga hal yang perlu dibaca secara perlahan agar benar-benar dipahami.

 

 

Berita Terkait

Polda Sumut Catat 20.749 Teguran dan Penindakan Selama Operasi Patuh Toba 2026
Pererat Silatuhrahmi, Maruli Siahaan Hadiri Dua Resepsi Pernikahan dan Adat di Kota Medan
​Wujud Nyata Pengabdian, Rutan Kabanjahe Gelar Bakti Sosial “IMIPAS Peduli” di Kampung Dalam
Didaulat Ratusan Wartawan Usai Shalat Jumat, Farianda Resmi Daftar Calon Ketua PWI Sumut
Mencari Referensi Kini Lebih Mudah, tetapi Apakah Memahami Informasi Juga Semudah Itu?
Kelompok 16 Intoleransi MKWK USU Gelar Edukasi Toleransi melalui Social Detective di SMP Brigjend Katamso 1 Medan
KUMPUL BERSAMA MASYARAKAT, KAPOLRESTABES MEDAN: “MENOLAK NARKOBA DARI DESA
Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Hadirkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat, Polda NTB Intensifkan Patroli Skala Besar

Sabtu, 7 November 2026 - 08:29 WIB

Polres Batu Bara Dan Polsek Jajaran Laksanakan Subuh Keliling Serentak, Perkuat Silaturahmi Dan Jaga Kamtibmas

Sabtu, 7 November 2026 - 07:10 WIB

Wadirbinmas Polda NTB Berikan Edukasi Anti Judi Online dan Penipuan kepada Siswa MAN 1 Mataram

Sabtu, 7 November 2026 - 07:02 WIB

KSJ Ingatkan Swasembada Pangan Sangat Penting dan motifasi semangat Para Petani

Sabtu, 7 November 2026 - 06:56 WIB

Perluas Lahan Produktif Air Joman, Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Lakukan Penanaman Terong

Jumat, 6 November 2026 - 22:11 WIB

Kombes Pol Parojahan Simanjuntak Pimpin Audit Hari ke-3 SMP Obvitnas PT Indonesia Chemical Alumina di Pontianak*

Jumat, 6 November 2026 - 21:38 WIB

Polres Batu Bara Gelar Jumat Berkah Serentak, Salurkan Bantuan Sembako Dan Hadir Peduli Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 21:27 WIB

*Kombes Parojahan Pimpin Tim Audit SMP ke PT Indonesia Chemical Alumina Perkuat Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas*

Berita Terbaru