04/09/2026
BaraNews.Com-Pekanbaru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang layak dan humanis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keberadaan Rumah Gizi yang berfungsi sebagai pusat pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Rumah Gizi hadir layaknya layanan posyandu dengan berbagai kegiatan pemantauan kesehatan yang dilakukan secara berkala. Kegiatan tersebut meliputi penimbangan berat badan anak, pemantauan tumbuh kembang, pemberian imunisasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi WBP yang sedang menjalani kehamilan.

Selain pemantauan kesehatan anak, Rumah Gizi juga menjadi sarana bagi WBP hamil untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan meliputi pemantauan berat badan dan tekanan darah serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan.
Bagi anak-anak, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara optimal. Setiap hasil pemeriksaan menjadi bagian dari upaya Lapas dalam memastikan kebutuhan kesehatan ibu dan anak mendapatkan perhatian yang baik selama berada di lingkungan pemasyarakatan.
Keberadaan Rumah Gizi merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru dalam menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan kebutuhan dasar WBP, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak.
Kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, melalui Rumah Gizi, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru berupaya memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi penerima layanan.
Melalui pelayanan yang penuh kepedulian dan pendekatan humanis, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru terus berupaya mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya mengedepankan pembinaan, tetapi juga menjamin pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan dan anak-anak yang berada dalam pengasuhan mereka, Pungkasnya.
(***)





























