KARO | Polres Tiganderket bersama personel BKO Dit Samapta Polda Sumatera Utara terus memperkuat upaya pencegahan risiko bencana di kawasan rawan Gunung Sinabung. Dalam kegiatan sambang dan pemantauan yang dilaksanakan pada Selasa malam, 1 September, aparat menyisir Desa Mardinding di Kecamatan Tiganderket dan Desa Gurukinayan di Kecamatan Payung. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 20.00 WIB, berfokus pada pemantauan dan komunikasi langsung dengan warga terdampak erupsi Sinabung yang telah direlokasi.
Kapolsek Tiganderket, AKP E. Hendrik Tarigan, menyampaikan bahwa imbauan disampaikan secara persuasif kepada warga agar tidak kembali ke permukiman lama yang masuk zona merah, sesuai arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Penegasan ini penting mengingat kawasan tersebut masih dinyatakan sangat berbahaya dari sisi potensi erupsi berulang maupun ancaman aliran lahar, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat diminta mematuhi seluruh instruksi dari PVMBG, mengingat keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Seluruh aktivitas, termasuk pertanian maupun penelusuran ke pemukiman lama yang sudah ditetapkan sebagai wilayah terlarang, diminta untuk dihentikan total. Petugas turut mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu ke Sinabung agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran lahar dingin sewaktu terjadi hujan deras.
Dalam kasus adanya instruksi mendadak untuk evakuasi, aparat kepolisian menegaskan siap bekerja sama membantu proses evakuasi bersama pihak terkait. Dari sebelas desa yang terdampak erupsi Gunung Sinabung dan telah menjalani relokasi, dua desa di antaranya berada dalam wilayah hukum Polsek Tiganderket: Desa Mardinding dan Desa Gurukinayan. Hasil pemantauan pada malam itu memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya warga yang melanggar edaran dan kembali ke zona merah.
Kapolsek Hendrik memastikan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya erupsi Sinabung semakin baik dan imbauan yang terus diberikan telah dipahami sebagai upaya bersama menjaga keselamatan jiwa dan masa depan warga. Untuk mendukung pengawasan dan edukasi berkelanjutan, jajaran Polsek Tiganderket dan BKO Dit Samapta Polda Sumut berkomitmen untuk terus turun ke lapangan, memantau, dan membangun komunikasi dengan masyarakat, sebagai bagian dari langkah antisipasi bencana yang terukur dan berkelanjutan. (*)





























