KARO | Sebanyak 255 pelajar dari lima sekolah di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Kamis (13/8/2026) usai mengalami gejala diduga keracunan makanan. Para siswa dilaporkan mulai mengeluhkan kondisi lemas hingga muntah-muntah tak lama setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing. Kejadian ini memicu kepanikan orang tua dan pihak sekolah sehingga ratusan siswa segera dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas di wilayah Berastagi dan Kabanjahe.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Amanda dan sejumlah titik perawatan yang merawat para pelajar yang terdampak. Dalam keterangan usai peninjauan, Antonius menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim medis untuk memastikan penanganan maksimal kepada seluruh siswa.
Antonius menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan intensif selama hampir tiga jam menunjukkan kondisi para pelajar kini dalam keadaan stabil dan tidak ada gejala medis yang mengkhawatirkan. Ia mengapresiasi respon cepat tim kesehatan dan pihak sekolah yang sigap mengevakuasi siswa sehingga situasi dapat segera dikendalikan. Menurut Bupati, kabar baik ini menjadi harapan baru bagi para keluarga dan pihak sekolah di tengah kekhawatiran yang muncul akibat insiden tersebut.
Pemerintah Kabupaten Karo memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan para siswa hingga seluruhnya dinyatakan pulih sepenuhnya. Antonius juga mengingatkan pentingnya evaluasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kesehatan pelajar sebagai prioritas utama. (*)





























