Deli Serdang Baranewssumut.com
Sebagai wujud kepedulian serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan dan mempererat tali persaudaraan di tengah keluarga besar Pomparan Somba Debata Siahaan, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., selaku Ketua Umum PPSD Siahaan Kota Medan sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, didampingi jajaran Pengurus dan Anggota PPSD Siahaan Kota Medan, melaksanakan kunjungan sosial (melayat) ke rumah duka almarhum St. Tahi Manogu Gultom (Oppung Timothy Doli). Kunjungan tersebut berlangsung di Perumahan Bendang Blok O Nomor 04, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa 04 Agustus 2026.
Almarhum St. Tahi Manogu Gultom telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga dalam usia 53 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar yang ditinggalkan, terutama istri tercinta, N. boru Siahaan (Oppung Timothy Boru), yang merupakan Pomparan ni Raja Hinalang. Keluarga yang berduka juga merupakan bagian dari keluarga besar PPSD Siahaan Sektor 01 Tanjung Morawa. Suasana rumah duka dipenuhi rasa haru ketika sanak saudara, kerabat, serta para pelayat datang memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga yang sedang berduka.
Dalam kesempatan tersebut, Maruli Siahaan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga. Ia mengajak keluarga untuk tetap tabah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa, seraya meyakini bahwa setiap peristiwa kehidupan berada dalam rencana dan kehendak-Nya. Kehadirannya di rumah duka menjadi simbol nyata bahwa kebersamaan dalam ikatan kekeluargaan tidak hanya diwujudkan dalam sukacita, tetapi juga dalam momen-momen penuh duka.
Maruli Siahaan menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama jajaran pengurus PPSD Siahaan Kota Medan merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun solidaritas dan memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota. Menurutnya, semangat saling mengunjungi, saling menguatkan, dan saling membantu merupakan nilai luhur yang harus terus dipelihara agar keberadaan PPSD Siahaan benar-benar menjadi rumah besar yang memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Sebagai Ketua Umum PPSD Siahaan Kota Medan, Maruli Siahaan juga mengajak seluruh keluarga besar Pomparan Somba Debata Siahaan untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Ia berharap nilai-nilai adat, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi muda agar ikatan kekeluargaan tetap kokoh di tengah berbagai tantangan zaman.
Di sela-sela kunjungan tersebut, Maruli Siahaan turut berbincang dengan keluarga dan para pelayat yang hadir. Ia memberikan dukungan moral serta berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menjalani hari-hari setelah kepergian orang yang mereka kasihi. Menurutnya, doa dan kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam membantu keluarga menghadapi masa-masa sulit.
Di sisi lain, sebagai Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Maruli Siahaan menegaskan bahwa masa reses tidak hanya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk hadir secara langsung dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus pelaksanaan amanah konstitusi untuk selalu dekat dengan rakyat dalam berbagai situasi, baik suka maupun duka.
Kunjungan sosial tersebut kembali menunjukkan konsistensi Maruli Siahaan dalam membangun hubungan yang erat dengan masyarakat dan keluarga besar PPSD Siahaan. Melalui kehadiran langsung di rumah duka, ia berharap nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan terus tumbuh serta menjadi fondasi yang memperkuat solidaritas keluarga besar Pomparan Somba Debata Siahaan. Doa pun dipanjatkan agar almarhum St. Tahi Manogu Gultom memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan.
(Harianto Siahaan)





























