BaraNews.Com-Tanjung, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai program pelatihan keterampilan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan membuka pelatihan barista dan barbershop bekerja sama dengan Yayasan Jika Belajar Maka Bisa (Jikamaka) Tabalong. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula G.G. Van Delft Rutan Tanjung ini diikuti oleh warga binaan yang telah terpilih sebagai peserta pelatihan, Senin (15/06/2026).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pendiri Jikamaka Tabalong, Awiek Hadi Widodo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Jikamaka dan Rutan Tanjung dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan.

Menurut Awiek, pelatihan tersebut merupakan langkah positif dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan daya saing ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat serta membuka peluang usaha maupun pekerjaan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Awiek.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program pelatihan keterampilan merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.
“Pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama kami. Melalui pelatihan barista dan barbershop ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi modal mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ungkap Raymon.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang dipandu langsung oleh instruktur dari Jikamaka Tabalong. Pada pelatihan barista, peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar penyeduhan kopi, pengenalan peralatan, teknik pembuatan minuman kopi, hingga praktik meracik kopi secara mandiri.
Sementara itu, pada pelatihan barbershop, Karutan Tanjung menjadi peserta pertama sekaligus objek praktik cukur rambut guna memberikan pemahaman langsung kepada warga binaan.
Para peserta mendapatkan materi mengenai teknik dasar pemangkasan rambut, penggunaan alat cukur, pelayanan pelanggan, serta praktik potong rambut secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain menerima teori, mereka juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan secara langsung.
Salah seorang peserta pelatihan, Roby, mengaku senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dijadikan bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
“Saya sangat berterima kasih kepada Rutan Tanjung dan Jikamaka Tabalong atas kesempatan ini. Melalui pelatihan barista dan barbershop, saya mendapatkan ilmu yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Saya berharap keterampilan ini dapat menjadi modal bagi saya untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri ketika kembali ke masyarakat nanti,” ujar Roby.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Tanjung berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi saat kembali ke tengah masyarakat.
Program tersebut menjadi wujud komitmen Rutan Tanjung dalam menciptakan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial, Terangnya.
(***)





























