Tanah Karo, Baranews – Komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah sebagaimana ditekankan dalam Gerakan Indonesia ASRI menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Karo di awal tahun 2026. Sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mengajak seluruh elemen bangsa menumbuhkan semangat gotong royong sebagai dasar utama pembangunan nasional, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp. OG, M.Kes menyatakan bahwa gerakan tersebut harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas bersih-bersih, melainkan sebagai fondasi moral, sosial, dan spiritual masyarakat.
Dalam arahannya kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo pada Senin (16/2), Bupati menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Menurutnya, gotong royong adalah ruh kebudayaan bangsa yang mampu membangun kekuatan kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam mewujudkan wilayah yang tertata secara fisik dan bersih secara lingkungan.

Bupati Karo menegaskan bahwa gerakan gotong royong tidak boleh dipandang sebatas pada pengelolaan lingkungan fisik seperti sampah atau taman, namun juga perlu diperluas ke berbagai aspek pembangunan daerah, termasuk infrastruktur, fasilitas umum, dan rumah ibadah. Ia menyebutkan bahwa ada banyak sisi kehidupan masyarakat yang membutuhkan kebersamaan, dan semangat gotong royong menjadi kunci sukses dalam menggapai cita-cita daerah yang sejahtera dan berdaya saing.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa gotong royong memberi dampak yang lebih luas daripada sekadar pencapaian hasil kerja bersama. Selain menjaga kebersihan dan memperkuat estetika lingkungan, budaya ini juga mempererat tali silaturahmi di antara warga. Semangat partisipatif ini dinilainya mampu memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keragaman masyarakat, selaras dengan makna filosofis dari prinsip “Pijer Podi”, yaitu kekuatan dalam kebersamaan yang selama ini menjadi pegangan hidup masyarakat Karo.
Sebagai bentuk keseriusan mewujudkan visi Kabupaten Karo yang bersih, sehat dan asri, pemkab melalui berbagai perangkat daerah akan membuat kegiatan gotong royong yang melibatkan lintas sektor secara rutin dengan melibatkan ASN dan kelompok-kelompok kemasyarakatan. Kolaborasi antara perangkat pemerintahan dan elemen lokal menjadi strategi utama dalam memperkuat implementasi program pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Lebih dari itu, Antonius Ginting juga menyampaikan bahwa langkah konkret tersebut akan menjadi siklus berkelanjutan demi membangun karakter daerah. Selain mendukung agenda pembangunan nasional, gerakan ini juga diharapkan mampu membentuk masyarakat yang lebih peduli terhadap sekitarnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat warisan budaya gotong royong dan menjadikannya sebagai identitas yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar simbol yang dilestarikan secara seremonial.
Dengan semangat Karo Berbudaya, Karo Bersih, dan Karo Sejahtera, Pemkab Karo meyakini bahwa gerakan bersama ini akan menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan membangun daerah secara adil dan merata. Dukungan penuh dari ASN sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik menjadi motor penggerak agar semangat gotong royong dapat menjangkau setiap kampung, desa, hingga pelosok wilayah. Di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai lokal yang mengakar justru menjadi landasan paling kokoh dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh, adaptif, dan berkepribadian. [ Citra Yz. SP ]




























