18/09/2026
BaraNews.Com-Tanjung Di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan yang membawa manfaat sekaligus perlindungan dari dampak kekeringan. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Mustaqim Rutan Kelas IIB Tanjung, Jumat (18/9/2026).

Kondisi kekeringan turut memicu kebakaran lahan di sejumlah wilayah yang berdampak pada munculnya kabut asap dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Rutan Tanjung bersama warga binaan memanjatkan doa agar kondisi lingkungan segera membaik.

Kegiatan dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, serta diikuti pejabat struktural, petugas, dan warga binaan dengan tetap memperhatikan ketentuan keamanan dan ketertiban Rutan.
Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut merupakan tindak lanjut surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Nomor PAS.4.PK.06.01-35 tanggal 15 September 2026 tentang Pelaksanaan Shalat Istisqa pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di Seluruh Indonesia.
Shalat Istisqa dipimpin Ustadz Gazali Rahman dari Kementerian Agama Kabupaten Tabalong dan dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah sesuai tuntunan syariat Islam. Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Istisqa yang mengajak jamaah untuk meningkatkan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan taubat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Dalam khutbahnya, Ustadz Gazali Rahman menyampaikan bahwa Shalat Istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki diri.
“Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar kita dengan memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa manfaat. Momentum ini juga mengajarkan kita untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, memperbaiki diri, serta menjaga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan istighfar.
Dalam suasana khidmat, para peserta memanjatkan doa agar hujan segera diturunkan dengan cukup, merata, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Doa juga dipanjatkan agar seluruh masyarakat diberikan perlindungan dari dampak kekeringan, kebakaran lahan, kabut asap, serta berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas dan berdampak terhadap kesehatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar bersama dalam menyikapi kondisi lingkungan yang terjadi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kepedulian dan kesadaran bersama dalam menghadapi kondisi yang sedang terjadi. Kekeringan, kebakaran lahan, dan kabut asap merupakan kondisi yang perlu kita sikapi dengan kepedulian bersama karena tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rutan Tanjung juga terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan pembinaan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif seperti kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa dan doa bersama ini, Rutan Tanjung terus berupaya memperkuat pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan khidmat dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kesehatan seluruh peserta, Pungkasnya
(***)





























