BaraNews.Com-Medan, 10 Juli 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat keandalan sarana perkeretaapian melalui peran strategis Balai Yasa Pulubrayan. Memasuki usia 111 tahun, Balai Yasa Pulubrayan tetap menjadi tulang punggung perawatan berat sarana kereta api yang mendukung kelancaran angkutan penumpang maupun logistik di Sumatera Utara.

Sepanjang Semester I 2026, Balai Yasa Pulubrayan berhasil menyelesaikan perawatan berkala tingkat besar terhadap lima unit lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu unit peralatan khusus. Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan armada agar tetap laik operasi, aman, dan andal.
Manager Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa Balai Yasa Pulubrayan memiliki peran vital dalam mendukung keberhasilan operasional kereta api di wilayah Sumatera Utara.
“Melalui perawatan yang terencana dan dilaksanakan secara profesional, Balai Yasa Pulubrayan memegang peranan penting dalam mendukung pencapaian target angkutan penumpang dan barang di Sumatera Utara,” ujar Anwar.
Balai Yasa Pulubrayan yang mulai beroperasi sejak tahun 1915 pada masa Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) memiliki fungsi berbeda dengan depo sarana. Jika depo hanya melaksanakan perawatan ringan harian dan bulanan, Balai Yasa menangani perawatan berat (overhaul) terhadap berbagai jenis sarana, mulai dari lokomotif, kereta penumpang, kereta pembangkit, gerbong barang, hingga peralatan khusus.
Perawatan tersebut dilakukan secara berkala setelah sarana beroperasi dalam rentang waktu 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 72 bulan. Selain itu, Balai Yasa juga menangani berbagai pekerjaan perbaikan besar serta rekayasa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
“Tidak hanya melakukan perawatan, dengan dukungan peralatan yang lebih lengkap, di Balai Yasa juga dimungkinkan untuk dilakukan rekayasa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan,” tambah Anwar.
Keandalan sarana yang dihasilkan Balai Yasa Pulubrayan turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja operasional KAI Divre I Sumatera Utara selama Semester I 2026. Dengan armada yang selalu siap operasi, aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan dapat terus terjaga.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, KAI Divre I Sumatera Utara berhasil melayani sebanyak 1.391.120 pelanggan, meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sektor logistik, volume angkutan barang juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan mencapai 387.895 ton, atau naik 8 persen dibanding Semester I 2025.
Sebagai satu-satunya bengkel pusat perawatan berat sarana perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara, Balai Yasa Pulubrayan diproyeksikan akan terus memainkan peran strategis seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api dan bertambahnya jumlah armada yang beroperasi.
“Balai Yasa Pulubrayan berperan sebagai penjaga urat nadi keandalan sarana kereta api di Sumatera Utara. Dengan sarana perkeretaapian yang andal, peningkatan pelayanan mobilitas masyarakat maupun distribusi barang di Sumatera Utara dapat terus berjalan tanpa hambatan,” pungkas Anwar.
(***)





























