MBG Harus Beri Solusi Untuk Relawan

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 03:04 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,- Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL-MBG) menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mencari solusi terbaik yang tidak hanya menjaga keberlanjutan program. Tetapi juga memberikan kepastian dan perlindungan bagi para relawan yang telah menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL MBG) Roy Marjuk, Senin (22/6). “Sebelumnya kami menyampaikan keprihatinan atas penghentian sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai Surat edaran BGN No. 12 Tahun 2026, pada prinsipnya kita mendukung untuk pembenahan SPPG, namun berdampak pada diliburkannya para relawan yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),”jelasnya.

Menurut Ketua Umum REL MBG, para relawan bukan hanya sekadar tenaga pendukung, melainkan bagian penting dari ekosistem pelayanan yang telah berjuang dengan penuh dedikasi untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika operasional dapur SPPG dihentikan sementara dan para relawan diliburkan, tentu muncul pertanyaan besar mengenai keberlangsungan hidup mereka. Banyak relawan yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas di dapur SPPG. Selama masa libur ini, mereka tetap harus memenuhi kebutuhan hidup, membiayai keluarga, membeli kebutuhan pokok, dan memenuhi berbagai kewajiban lainnya,” ujar Bang Roy.

REL MBG berharap agar Badan Gizi Nasional dan pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi para relawan yang terdampak. Sebab menurut Roy, keberhasilan Program MBG selama ini tidak terlepas dari kontribusi para relawan yang bekerja dengan semangat gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain persoalan ekonomi, Ketua Umum REL MBG juga mengingatkan adanya potensi kehilangan sumber daya manusia yang telah terlatih apabila masa penghentian operasional berlangsung terlalu lama.

“Apabila para relawan terlalu lama tidak memiliki kepastian, tentu mereka akan mencari pekerjaan atau sumber penghidupan lain demi memenuhi kebutuhan keluarga. Itu adalah hal yang wajar dan harus kita pahami. Namun ketika operasional dapur kembali dibuka, kita akan menghadapi tantangan baru, yaitu berkurangnya relawan berpengalaman yang selama ini sudah memahami standar kerja, prosedur keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tata kelola dapur,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses merekrut dan melatih relawan baru membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Pengalaman yang telah dimiliki para relawan saat ini merupakan aset berharga yang seharusnya dijaga dan dipertahankan demi keberlangsungan program.

Karena itu, REL MBG mendorong adanya langkah-langkah solutif dan kebijakan yang berpihak kepada para relawan selama masa penghentian operasional berlangsung. Bentuk perhatian tersebut dapat berupa pendampingan, program pemberdayaan sementara, pelatihan peningkatan kapasitas, maupun kebijakan lain yang dapat membantu menjaga kesejahteraan para relawan hingga operasional SPPG kembali berjalan normal.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang membawa harapan besar bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, keberlangsungan program ini harus didukung oleh keberlangsungan para relawannya. Jangan sampai mereka yang selama ini telah berjuang untuk menyukseskan program justru menghadapi kesulitan tanpa adanya perhatian yang memadai,” tegas Ketua Umum REL MBG.

“Relawan adalah aset bangsa. Menjaga kesejahteraan mereka berarti menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis itu sendiri,”tambah Roy. *(Tim)*

Berita Terkait

EGM Yusrizal Tegaskan Sinergi Ekosistem Pelabuhan Dibutuhkan Untuk Kelancaran Arus Barang dan Efisiensi
Pelindo Regional 1 Belawan Dorong Peningkatan Layanan Pelabuhan melalui Kolaborasi Stakeholder
Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman
Maruli Siahaan Hadir Membawa Penghiburan Bagi Keluarga Almarhumah Alisati Simanjuntak
Dr. Maruli Siahaan Hadiri Pesta Pernikahan Ruth Ansella Thalita Hulu dan Alfredo Christianto Pinem
Dari Ambulans hingga Kursi Sekolah, KAI Sumut Perkuat Fasilitas Sosial dan Rumah Ibadah Warga Sekitar Jalur Rel
Kodaeral I dan BNCT Teken Kerja Sama Strategis, Perkuat Keamanan dan Layanan Kesehatan di Terminal Belawan
Maruli Siahaan Bersama PPSD Siahaan Kota Medan Kunjungi Dua Rumah Duka, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Data Litmas terhadap 18 WBP yang Diusulkan Mendapatkan Pembebasan Bersyarat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:53 WIB

MotoGP Mandalika Usai, Polisi Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Lembar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Jaga Kesehatan Warga Binaan, Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Jelang Pelantikan Sekaligus Kunjungan Wamenag RI Romo Syafi’i, Fahmi Ummi Bersilaturahmi Dengan Wali Kota Tanjungbalai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Polisi Sahabat Anak: 69 Siswa TK Taman Cahaya Kunjungi Sat Lantas Polres Pematangsiantar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Razia Gabungan PKB di Pematangsiantar, Puluhan Kendaraan Diteliti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Gelar Rapat Koordinasi Bersama Perusahaan Otobus, Bahas Layanan dan Keselamatan Angkutan Umum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Pasca MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Perketat Pengamanan Logistik di Terminal Kargo BIZAM

Berita Terbaru