Sulap Pakaian Bekas Jadi Barang Berguna, REKA Project Angkat Isu Limbah Tekstil di Medan

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:53 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN |  Pakaian yang tidak lagi digunakan bukan berarti kehilangan seluruh manfaatnya. Dengan sedikit kreativitas, pakaian bekas masih bisa diolah menjadi barang baru yang memiliki fungsi. Gagasan inilah yang diangkat REKA Project melalui kegiatan edukasi dan workshop pemanfaatan pakaian bekas di Nutrihub Medan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi lanjutan rangkaian kampanye REKA Project setelah sebelumnya menggelar pre event di kawasan Car Free Day (CFD) pada Minggu (4/10/2026).

REKA Project merupakan kampanye yang mengangkat persoalan fast fashion dan limbah tekstil melalui edukasi serta praktik pemanfaatan kembali pakaian bekas. Jika pre event di CFD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan isu tersebut kepada masyarakat, kegiatan utama ini berfokus pada edukasi dan praktik langsung mengolah pakaian bekas menjadi barang yang memiliki fungsi baru.

Project Manager REKA Project, Dwi Garini Oktavianti, menjelaskan bahwa isu tersebut dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari Generasi Z yang tidak terlepas dari perkembangan tren berpakaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim REKA sendiri melihat isu mengenai pencemaran lingkungan akibat limbah tekstil dan dampak buruk industri fast fashion cukup mengkhawatirkan, terutama di era sekarang. Isu ini cukup relate dengan lifestyle Gen Z, jadi menarik untuk dikampanyekan,” ujarnya.

Salah satu kegiatan utama REKA Project diwujudkan melalui workshop menjahit dengan memanfaatkan pakaian bekas. Peserta diajak untuk melihat bahwa pakaian yang sudah tidak digunakan masih memiliki potensi untuk diolah kembali. Melalui praktik langsung, peserta dapat mempelajari cara memberikan fungsi baru pada pakaian yang sebelumnya hanya tersimpan atau tidak lagi digunakan.

Dalam pelaksanaan main event, REKA Project juga berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Rani, salah satu pegiat lingkungan asal Binjai yang telah menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas. Pada kegiatan ini, Rumah Kreatif Rani berperan sebagai kolaborator sekaligus mentor yang mendampingi peserta selama sesi praktik menjahit dan mengolah pakaian bekas. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pemanfaatan kembali pakaian melalui kegiatan kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan Rumah Kreatif Rani, Khairani Lubis menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Acara ini sangat bermanfaat. Kita membantu menyelamatkan bumi dengan hal kecil. Melalui acara ini, semoga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, apalagi di tengah isu fast fashion sekarang,” ungkapnya.

Bagi peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru dalam melihat pakaian bekas. Mutiara Chairunnisa, salah satu peserta workshop, mengaku tertarik mengikuti kegiatan REKA Project karena ingin mencoba aktivitas menjahit dengan menggunakan pakaian bekas sebagai bahan utama.

“Aku tertarik ikut kegiatan REKA karena workshop-nya menjahit, terus yang dijahit juga pakaian bekas, jadi ada value-nya,” tuturnya.

Pengalaman tersebut turut mendorong Mutiara untuk mencoba mengolah pakaian bekas yang dimilikinya di rumah. Ia mengaku memiliki cukup banyak pakaian yang sudah tidak digunakan dan berencana memanfaatkannya kembali setelah mengikuti kegiatan ini.

“Aku punya banyak pakaian bekas di rumah. Setelah acara ini, kayaknya aku bakal nyoba untuk recreate atau mengolah pakaian bekas jadi barang-barang baru, kayak yang kita lakuin sekarang,” tambahnya.

Mengolah pakaian bekas menjadi barang baru merupakan salah satu cara untuk memperpanjang masa guna pakaian. Melalui rangkaian kegiatan ini, REKA Project berharap masyarakat tidak hanya mengenal persoalan fast fashion dan limbah tekstil, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan memanfaatkan pakaian yang sudah tidak terpakai. (*)

Berita Terkait

Dari Ambulans hingga Kursi Sekolah, KAI Sumut Perkuat Fasilitas Sosial dan Rumah Ibadah Warga Sekitar Jalur Rel
Kodaeral I dan BNCT Teken Kerja Sama Strategis, Perkuat Keamanan dan Layanan Kesehatan di Terminal Belawan
Maruli Siahaan Bersama PPSD Siahaan Kota Medan Kunjungi Dua Rumah Duka, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan
# Cueki Undangan Pertama, Polda Sumut Siapkan Undangan Klarifikasi Kedua terhadap Terlapor Dugaan Penipuan Bermodus Surat Perdamaian
Geruduk Polda Sumut, AMPD Sumut : Labura Darurat Narkoba, Tangkap Proses Saimin Harahap
PTPN IV Regional 2 Apresiasi Polri Berantas Narkotika, Keamanan Kondusif Topang Produktivitas Sektor Perkebunan
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan Ajak NU Bersinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan
Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24.000 gram Sabu ke Palembang Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran Hingga Petugas Tabrak Mobil Pelaku

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:32 WIB

BUAH MANIS KERJA KERAS WARGA BINAAN, LAPAS LABUHAN RUKU SUKSES PANEN IKAN LELE

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Habib Husain Ahmad Al Hamid Hadiri Tausiyah dan Doa Bersama di Polda NTB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Polres Batu Bara Gelar Strong Point Pagi, Bantu Kelancaran Aktivitas Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Polsek Talawi Kirim 2,3 Ton Jagung ke Bulog Asahan .

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Komisi III DPR RI Apresiasi Inovasi Polda NTB, SPKT Diminta Jadi Etalase Pelayanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Subuh Keliling, Polres Batu Bara Hadir di Enam Masjid untuk Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Pastikan Kesiapan Sarana Pengamanan, Karutan Tanjung Pimpin Pengecekan dan Perawatan Perlengkapan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Perkuat Kesehatan Mental dan Spiritual, Rutan Tanjung Gelar Pengajian Rutin bagi Warga Binaan Perempuan

Berita Terbaru