05/10/2026
BaraNews.Com-Pancur Batu Dari balik tembok pemasyarakatan, semangat untuk berkarya dan berubah terus tumbuh. Melalui program Pembinaan Kemandirian, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, mengembangkan keterampilan, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah produksi tempe. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, fermentasi hingga pengemasan.
Setiap tahapan produksi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Program pembinaan kemandirian diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan memiliki nilai ekonomi.
Pembinaan di Lapas bukan sekadar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk berubah serta mempersiapkan warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Pancur Batu terus mendorong lahirnya karya-karya produktif dari warga binaan.
Pembinaan hari ini, kemandirian untuk masa depan. Dari balik tembok, lahir karya berkualitas.
Pemasyarakatan hadir untuk memanusiakan, Pungkasnya.
(***)





























