26/09/2026
BaraNews.Com-Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus berkomitmen memberikan pembinaan secara menyeluruh kepada warga binaan melalui berbagai kegiatan positif. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan kebaktian rutin sebagai bagian dari pembinaan kerohanian, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan kebaktian berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh warga binaan. Pelaksanaan ibadah ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat nilai-nilai moral, serta memperoleh penguatan mental dan spiritual selama menjalani masa pembinaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan puji-pujian melalui nyanyian rohani yang diikuti bersama oleh seluruh peserta. Suasana penuh kekhusyukan terlihat ketika warga binaan mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib dan antusias.
Usai sesi puji-pujian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan dan renungan rohani oleh Pendeta dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). Pesan yang disampaikan mengajak warga binaan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan ruang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperoleh penguatan karakter sebagai bagian dari proses perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan program pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Melalui kegiatan kebaktian ini, diharapkan warga binaan memperoleh pembinaan mental dan spiritual yang dapat menjadi bekal dalam memperbaiki diri serta mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Raymon.
Kegiatan kebaktian juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak warga binaan dalam menjalankan kehidupan beragama selama berada di Rutan Kelas IIB Tanjung. Pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang humanis, tertib, dan kondusif bagi proses pembinaan.
Melalui pembinaan rohani yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Tanjung berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai positif dari setiap proses pembinaan. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki karakter positif, serta siap kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat, Ujarnya.
(***)





























